sekitarbandung.com – Langit malam Kota Bandung berubah menjadi kanvas cahaya pada Sabtu (25/10/2025) ketika Pawai Cahaya Sumirat Citylight Carnival resmi digelar sebagai puncak Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215. Ribuan warga memadati jalan-jalan utama kota untuk menikmati parade kendaraan hias yang berkilauan, menampilkan replika bangunan cagar budaya dari berbagai kecamatan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) ini bukan sekadar pesta visual, tetapi juga wujud edukasi publik tentang warisan arsitektur dan sejarah Bandung.
Cahaya, Kreativitas, dan Kebanggaan Kota
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang hadir membuka acara mengatakan, tema karnaval kali ini diambil dari semangat Bandung Sumirat “Bandung yang bercahaya” sebagai simbol kota yang terus bergerak maju, penuh kreativitas, dan berbudaya.
“Bandung bukan hanya kota yang indah di siang hari, tapi juga bersinar di malam hari. Melalui cahaya, kita tampilkan kreativitas warga dan warisan budaya yang memperkuat identitas kota ini,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung.
Farhan bersama Wakil Wali Kota Erwin memimpin langsung jalannya parade dengan mobil pemadam kebakaran yang disulap menjadi kendaraan hias bercahaya, memicu sorak kagum warga di sepanjang rute.
Baca Juga: Pawai Kendaraan Hias Bandung Tampilkan 61 Cagar Budaya, Ajak Warga Kenali Sejarah Kota
Parade Cagar Budaya: Ketika Sejarah Menyala di Jalanan
Sebanyak 68 kendaraan hias dari 30 kecamatan, 27 OPD, dan 11 BUMD tampil membawa miniatur bangunan cagar budaya khas Bandung mulai dari Gedung Sate, Savoy Homann, hingga Sekolah Santo Aloysius.
Setiap peserta diwajibkan menampilkan satu objek berbeda, hasil undian dari 343 bangunan cagar budaya yang telah terdaftar dan dilindungi.
“Kami sengaja membuat sistem undian agar peserta menampilkan bangunan bersejarah yang belum populer di masyarakat. Tujuannya agar edukasi tersebar lebih merata,” jelas Nuzrul Irwan Irawan, Sekretaris Disbudpar Kota Bandung.
Dengan permainan lampu LED, efek suara, dan tata visual kreatif, replika bangunan itu tampak hidup — seolah Bandung sedang bercerita tentang masa lalunya yang megah.
Rute Meriah dan Antusias Warga
Pawai dimulai dari Balai Kota Bandung pukul 19.00 WIB, melewati Jalan Merdeka – Suniaraja – Otto Iskandardinata – hingga Lapangan Tegallega. Sepanjang jalan, warga dari berbagai usia mengabadikan momen menggunakan ponsel dan kamera.
“Meski padat, suasananya tetap tertib. Ini bukti warga Bandung menikmati hiburan dengan cara yang cerdas dan berbudaya,” ujar Erwin, Wakil Wali Kota Bandung.
Di Lapangan Tegallega, panggung hiburan besar menambah semarak malam. Penampilan band-band ternama seperti Gigi, Pas Band, dan Kuburan Band membuat suasana semakin semarak, disertai bazar UMKM yang menampilkan produk lokal kreatif.
Karnaval yang Berdampak Ekonomi dan Budaya
Tak hanya menjadi tontonan, Sumirat Citylight Carnival juga berdampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Data sementara menunjukkan peningkatan tingkat okupansi hotel hingga 15% selama akhir pekan perayaan HJKB.
“Event budaya seperti ini bukan hanya hiburan, tapi penggerak ekonomi. Banyak wisatawan domestik datang khusus untuk menonton,” kata Farhan.
Farhan menambahkan, Pemkot Bandung berencana menjadikan Citylight Carnival sebagai agenda tahunan tetap dengan tema budaya yang berbeda setiap tahun agar minat masyarakat terus terjaga.
Warisan Sejarah yang Menyala Terang
Nuzrul menekankan bahwa pawai ini juga bagian dari strategi Disbudpar dalam memperkenalkan kembali bangunan bersejarah ke publik dengan cara kreatif dan modern.
“Edukasi berbasis visual seperti ini membuat generasi muda lebih dekat dengan sejarahnya. Mereka tidak hanya melihat gedung tua, tapi memahami nilai di baliknya,” jelasnya.
Malam itu, Bandung benar-benar “sumirat” — bercahaya dalam harmoni antara masa lalu dan masa depan.
Untuk informasi resmi mengenai perayaan Hari Jadi Kota Bandung dan kegiatan budaya lainnya, kunjungi situs Pemerintah Kota Bandung dan laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

