Sekitarbandung.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut menyoroti aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB.
Dilansir dari unggahan akun X @UNHumanRights pada Sabtu (14/3/2026), PBB sangat menyayangkan dan mengutuk keras atas peristiwa yang menimpa Andrie Yunus tersebut.
“Sangat prihatin atas serangan asam mengerikan yang menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator Urusan Luar Negeri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS),” tulisnya dalam caption.
Dalam unggahannya, PBB mendesak Indonesia untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan meminta agar pelaku yang bersangkutan dimintai pertanggungjawaban.
“Mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan pengecut ini harus dimintai pertanggungjawaban,” lanjutnya.
Menurut PBB, para pembela Hak Asasi Manusia (HAM) harus dilindungi dalam menjalankan pekerjaan vital mereka dan dapat mengangkat isu-isu kepentingan publik tanpa rasa takut.
Pernyataan PBB tersebut sontak menarik perhatian para netizen. Banyak dari mereka yang juga menyebut bahwa penyerangan tersebut merupakan tindakan pengecut.
Selain itu, beberapa warganet lainnya juga menyebut bahwa demokrasi di Indonesia sudah benar-benar hancur karena pelaku hukum di dalamnya sudah rusak.

