Pemilik Hajat Tewas Dikeroyok Preman di Purwakarta, Begini Respons Dedi Mulyadi

Sekitarbandung.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya angkat bicara terkait insiden pengeroyokan terhadap pemilik hajat oleh sekelompok preman hingga meninggal dunia. Melalui kolom komentar

Dicky Wicaksono

Pemilik Hajat Tewas Dikeroyok Preman di Purwakarta, Begini Respons Dedi Mulyadi
Pemilik Hajat Tewas Dikeroyok Preman di Purwakarta, Begini Respons Dedi Mulyadi

Sekitarbandung.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya angkat bicara terkait insiden pengeroyokan terhadap pemilik hajat oleh sekelompok preman hingga meninggal dunia.

Melalui kolom komentar unggahan akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Minggu (5/4/2026), salah satu warganet menanyakan perihal insiden tersebut.

“Pak gimana katanya hajat dihajar sampai mati. Padahal preman tidak memberikan jatah,” tulis akun @aliahmad92.

“Sudah ditangani Polres Purwakarta,” jawab Dedi Mulyadi.

Warganet pun mengucapkan terima kasih atas respons cepat tersebut, sekaligus memberikan saran agar preman-preman di Jawa Barat ditindak tegas dan dihukum berat jika kembali membuat onar.

Diketahui, insiden tersebut menimpa Dadang (58), warga Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu (4/4/2026).

Ia dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan oleh sekelompok pemuda yang mengaku preman saat hajatan pernikahan putrinya.

Baca Juga: Bayar Dua Bulan Gaji Pegawai Bandung Zoo, Dedi Mulyadi Sampaikan Permohonan Maaf

Peristiwa yang terjadi saat acara hiburan organ tunggal tersebut bermula ketika beberapa preman datang sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi mabuk dan meminta uang senilai Rp500 ribu untuk membeli minuman keras.

Korban sebelumnya telah memberikan Rp100 ribu kepada pelaku, namun menolak permintaan selanjutnya sehingga memicu emosi para pelaku hingga terjadi keributan. Korban kemudian dikejar hingga keluar tenda dan dikeroyok.

Korban dikejar hingga keluar tenda dan dikeroyok hingga tak sadarkan diri. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan, namun nyawanya tidak tertolong.

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, mengonfirmasi insiden tersebut. Ia mengatakan bahwa salah satu pelaku, Kendi Ranaldi (34), telah menyerahkan diri ke Polres Purwakarta.

Sementara itu, pelaku lainnya masih dalam pengejaran pihak berwajib. Enjang juga memastikan bahwa pihak kepolisian akan terus menyelidiki kasus ini hingga tuntas.

“Satu pelaku telah kami amankan atas nama Renaldi (34). Saat ini kami masih melakukan pendalaman serta pencarian terhadap pelaku lainnya,” tuturnya.

Baca Juga: Diduga Akamsi Lakukan Pungli di Jembatan Cirahong, Dedi Mulyadi Ingatkan Ancaman Pidana

Related Post

Tinggalkan komentar