TKD Bandung Dipangkas Rp600 Miliar, Pemkot Ngebut Genjot PAD dari Pajak Daerah

sekitarbandung.com – Pemkot Bandung genjot PAD sebagai langkah strategis setelah dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat dipangkas sebesar Rp600 miliar.Langkah cepat ini diambil

Aracely Azwa

Pemkot Bandung Genjot PAD

sekitarbandung.com – Pemkot Bandung genjot PAD sebagai langkah strategis setelah dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat dipangkas sebesar Rp600 miliar.
Langkah cepat ini diambil agar roda pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan tanpa hambatan.

Optimalisasi Pajak Jadi Kunci

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, Pemkot kini memusatkan perhatian pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor pajak.
Potensi besar datang dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT/PB1) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Kami akan mengoptimalkan PB1 dan PBB, tapi peningkatan pajak harus dibarengi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Farhan.

Dengan digitalisasi sistem pajak dan kemudahan akses pembayaran, Pemkot berharap masyarakat semakin sadar pentingnya kontribusi pajak terhadap kemajuan Bandung.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Pemkot Bandung: Layanan Dasar Masyarakat Tetap Jadi Prioritas

Efisiensi Anggaran Jadi Langkah Wajib

Pemangkasan TKD otomatis menuntut Pemkot Bandung untuk berhemat dan mengefisiensikan anggaran di seluruh lini.
Penghematan dilakukan pada belanja operasional, perjalanan dinas, konsumsi, serta kegiatan rapat.

“Kami pastikan efisiensi tidak mengganggu pelayanan publik. Justru ini momentum untuk memperbaiki manajemen keuangan,” kata Farhan.

Fokus pada Program Prioritas dan SPM

Meski dana berkurang, Pemkot Bandung terus memperjuangkan program enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib diterima masyarakat, meliputi pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.

“Kami tetap berupaya agar program publik tidak berhenti. SPM adalah hak dasar warga Bandung,” tambahnya.

Strategi Pemkot Bandung Genjot PAD

  1. Digitalisasi layanan pajak daerah agar lebih transparan.

  2. Pengawasan terhadap potensi kebocoran penerimaan daerah.

  3. Edukasi publik agar sadar pajak dan aktif melapor.

  4. Kolaborasi dengan pelaku usaha dan masyarakat.

Langkah ini diyakini bisa menutup kekurangan akibat pemangkasan TKD tanpa mengorbankan program prioritas publik.

Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan Publik

Pengamat ekonomi menilai langkah Pemkot Bandung genjot PAD sangat relevan dengan situasi fiskal saat ini.
Kunci keberhasilan strategi ini terletak pada transparansi penggunaan pajak dan partisipasi masyarakat.

“Jika publik percaya pajak digunakan untuk kepentingan mereka, maka PAD akan meningkat secara alami,” ujar seorang pengamat ekonomi daerah.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi Kemendagri.go.id 

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar