sekitarbandung.com – Penduduk miskin Jawa Barat kembali mengalami penurunan pada Maret 2025. Meski jumlahnya turun, pemerintah tetap menghadapi tantangan besar karena garis kemiskinan ikut naik.
Jumlah Penduduk Miskin Jawa Barat Turun
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis melalui Sistem Informasi Pelayanan Publik Nasional (SIPPN), jumlah penduduk miskin Jawa Barat tercatat 3,65 juta jiwa atau 7,02 persen dari total populasi.
“Angka ini turun sebesar 0,06 persen dibanding September 2024 yang masih 3,67 juta orang,” jelas Darwis Sitorus, Plt Kepala BPS Jawa Barat, Kamis (14/8/2025).
Baca Juga: PMI Apresiasi BRI Taipei Branch, Mudahkan Transaksi dan Kirim Uang ke Indonesia
Kota Bandung Ikut Alami Penurunan
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa, menyebutkan bahwa jumlah warga miskin di Bandung yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) juga menurun.
“Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), jumlah penduduk di desil 1 sampai 5 lebih rendah dibanding tahun 2024. Ini menandakan ada perbaikan kesejahteraan,” jelasnya.
Garis Kemiskinan Naik
Walaupun jumlah penduduk miskin Jawa Barat turun, garis kemiskinan justru meningkat. BPS menetapkan GK nasional per Maret 2025 sebesar Rp609.160 per kapita/bulan. Jika satu keluarga rata-rata memiliki 4,72 anggota, maka rumah tangga miskin berarti berpenghasilan di bawah Rp2,87 juta/bulan.
Menurut Yorisa, garis kemiskinan adalah batas minimum kebutuhan dasar. “Jika harga barang pokok naik sedangkan penghasilan tetap, otomatis semakin banyak warga yang berisiko miskin,” ujarnya.
Data Kota Bandung Tunggu September
Kepala BPS Kota Bandung, Samiran, mengatakan detail garis kemiskinan khusus Bandung akan diumumkan September 2025. “Untuk kabupaten/kota masih menunggu rilis nasional. InsyaAllah September keluar,” katanya.
Program Pengentasan Kemiskinan
Turunnya angka penduduk miskin Jawa Barat tidak lepas dari program pemerintah pusat dan daerah. Di antaranya:
-
PKH (Program Keluarga Harapan)
-
Bantuan sembako murah
-
UHC (Universal Health Coverage)
-
Pendidikan gratis
-
Pelatihan kerja & pemberdayaan UMKM
“Selain itu, tahun ini Dinsos akan meluncurkan bantuan pangan daerah, subsidi premi BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja informal, dan program inkubator ekonomi bagi warga miskin,” ujar Yorisa.
Strategi Jangka Panjang
Untuk jangka panjang, Dinsos Bandung menyiapkan 5 langkah besar:
-
Memperluas sasaran bansos untuk desil 1–2.
-
Memberdayakan warga desil 3–5 dengan pendampingan usaha.
-
Memperbaiki infrastruktur lingkungan di kawasan kumuh.
-
Memutakhirkan data sosial ekonomi melalui DTSEN.
-
Mengintegrasikan layanan kemiskinan lewat aplikasi YesJitu.
Kemerdekaan dan Harapan Baru
Tema HUT RI ke-80 adalah “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. BPS menegaskan, menurunkan angka penduduk miskin Jawa Barat dan wilayah lain adalah syarat menuju kesejahteraan rakyat.
“Cita-cita rakyat sejahtera tidak bisa dikerjakan pemerintah sendiri. Semua pihak harus berkolaborasi,” kata Yorisa.
Jumlah Penduduk Miskin Jawa Barat Turun
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis melalui Sistem Informasi Pelayanan Publik Nasional (SIPPN) dan BPS Jawa Barat, jumlah penduduk miskin Jawa Barat tercatat 3,65 juta jiwa atau 7,02 persen dari total populasi.
Garis Kemiskinan Naik
BPS juga menetapkan garis kemiskinan nasional Maret 2025 sebesar Rp609.160 per kapita/bulan. Detail data bisa dilihat di publikasi resmi BPS
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi sekitarbandung.com

