sekitarbandung.com – Kasus perampokan bersenjata Dayeuhkolot mengguncang warga Kabupaten Bandung setelah seorang pria berpura-pura menjadi pembeli di sebuah warung kelontong sebelum menodongkan senjata api ke penjaga warung. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/10/2025) dini hari itu terekam kamera CCTV dan kini menjadi viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, pelaku tampak mengenakan jaket putih, topi hitam, dan masker wajah. Awalnya, ia terlihat santai seperti pembeli biasa yang ingin membeli rokok dan kopi. Namun, suasana berubah mencekam ketika pelaku tiba-tiba mengeluarkan benda menyerupai pistol dan mengancam korban agar menyerahkan uang dan barang berharga.
Korban yang ketakutan hanya bisa pasrah. Setelah berhasil mengambil uang tunai, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi dengan motor yang diduga sudah disiapkan tidak jauh dari warung.
Baca Juga: Pemkot Bandung Libatkan RW dan RT Data Kondisi Kirmir Sungai, Cegah Longsor Sejak Dini
Polisi Pastikan Kejadian Perampokan Bersenjata Dayeuhkolot Benar Terjadi
Kapolsek Dayeuhkolot AKP Triyono Raharja membenarkan bahwa kejadian tersebut memang benar terjadi. Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi.
“Betul, telah terjadi perampokan bersenjata di Dayeuhkolot. Kami sudah periksa saksi dan melakukan olah TKP. Saat ini kami mendalami apakah senjata yang digunakan pelaku itu asli atau hanya replika,” ujar AKP Triyono, Jumat (3/10/2025).
Rekaman CCTV menjadi bukti penting dalam proses penyelidikan. Polisi kini fokus mengidentifikasi wajah pelaku dan mengejar keberadaannya.
Polisi Kejar Pelaku Perampokan Bersenjata
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus memburu pelaku. Petugas juga menelusuri kemungkinan bahwa pelaku terlibat dalam kasus serupa di wilayah lain, seperti Rancaekek dan Margahayu, yang beberapa waktu lalu mengalami kejadian hampir sama.
“Kami berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secepatnya. Mudah-mudahan pelaku segera tertangkap dan bisa diproses hukum,” tegas Triyono.
Untuk mendukung pengamanan warga, Polresta Bandung meningkatkan patroli malam di titik rawan kejahatan, termasuk di sekitar area permukiman padat penduduk dan warung kelontong yang buka hingga larut malam.
Imbauan Waspada untuk Pemilik Warung dan UMKM
Aksi perampokan bersenjata di Dayeuhkolot menjadi peringatan bagi para pelaku usaha kecil agar lebih waspada, terutama mereka yang menjalankan usaha hingga dini hari.
Polisi menyarankan agar pemilik warung memasang kamera CCTV tambahan serta lampu penerangan di depan toko untuk mencegah tindak kriminal.
Bagi warga yang ingin memahami langkah-langkah pencegahan kejahatan di lingkungan sekitar, dapat membaca panduan resmi di situs Polri.go.id yang berisi edukasi keamanan rumah dan usaha kecil.
Program Siskamling Digital Didorong Pemkot Bandung
Sebagai upaya pencegahan jangka panjang, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mendorong program “Siskamling Digital”, yaitu pengawasan lingkungan berbasis teknologi.
Program ini melibatkan RT, RW, dan warga agar bisa memantau aktivitas mencurigakan secara cepat.
Data Kriminalitas di Jawa Barat
Menurut data BPS Jawa Barat, angka tindak kriminal di wilayah Bandung Raya meningkat sebesar 3,8 persen sepanjang tahun 2025.
Faktor ekonomi dan lemahnya pengawasan lingkungan menjadi penyebab utama peningkatan kasus kriminal seperti pencurian dan perampokan bersenjata.
Pemerintah dan kepolisian kini bekerja sama memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi warga untuk mencegah kasus serupa terulang.
Kasus perampokan bersenjata Dayeuhkolot menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan aparat. Polisi masih terus memburu pelaku yang terekam jelas di CCTV, sementara warga diimbau lebih waspada dan aktif menjaga keamanan lingkungan.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

