Perbedaan Program MBG di Indonesia dan MBG di Jepang

Sekitarbandung.com – Indonesia dan Jepang sama-sama memiliki program makan atau MBG untuk siswa sekolah. Namun, tujuan dan cara pelaksanaan6lnya cukup berbeda. Di Jepang, program ini

Dicky Wicaksono

Perbedaan Program MBG di Indonesia dan MBG di Jepang
Perbedaan Program MBG di Indonesia dan MBG di Jepang

Sekitarbandung.com – Indonesia dan Jepang sama-sama memiliki program makan atau MBG untuk siswa sekolah. Namun, tujuan dan cara pelaksanaan6lnya cukup berbeda.

Di Jepang, program ini dikenal sebagai Kyūshoku. Program tersebut sering dipuji sebagai salah satu sistem makan sekolah terbaik di dunia dan telah berjalan selama lebih dari satu abad.

Lantas, perbedaan apa saja antara MBG di Indonesia dan Jepang?

1. Awal Kemunculannya

  • MBG di Indonesia: diluncurkan pada era Presiden Prabowo pada tahun 2025.
  • MBG di Jepang: sudah ada sejak era Meiji pada tahun 1889.

2. Proses Pemasakannya

  • MBG di Indonesia: makanan dimasak di dapur umum.
  • MBG di Jepang: makanan dimasak di dapur sekolah.

3. Proses Pembagiannya

  • MBG di Indonesia: siswa menerima makanan yang diantar menggunakan kendaraan distribusi.
  • MBG di Jepang: siswa terlibat langsung dalam membagikan makanan dan membereskan perlengkapan makan setelah selesai.

Baca Juga: Kondisi SD di Padang Jadi Sorotan, Bangunannya Rusak di Tengah Berdirinya Dapur MBG

4. Fokus Programnya

  • MBG di Indonesia: berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi.
  • MBG di Jepang: berfokus pada gizi sekaligus edukasi mengenai etika makan dan cara memilih makanan yang sehat.

5. Asal Dana

  • MBG di Indonesia: didanai oleh APBN melalui Badan Gizi Nasional.
  • MBG di Jepang: didanai oleh pemerintah daerah serta kontribusi dari orang tua siswa.

6. Keuntungan

  • MBG di Indonesia: memberikan manfaat ekonomi bagi pengelola SPPG dan pemasok bahan pangan.
  • MBG di Jepang: memberikan manfaat ekonomi bagi petani serta pemasok pangan lokal.

Meski memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas gizi siswa, kedua program ini berkembang dengan pendekatan yang berbeda sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing negara.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa program makan sekolah tidak hanya dapat berfungsi sebagai sarana pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai media pendidikan dan penguatan ekosistem pangan lokal.

Baca Juga: Momen Lucu Anak Kecil Ini Mau Kabur dan Jadi Karyawan MBG karena Sering Dimarahi Mamanya

Related Post

Tinggalkan komentar