sekitarbandung.com – Baru menjabat 1,5 bulan sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Plt Kadisdik) Kabupaten Bandung Barat, Dadang A Sapardan diganti Asep Dendih.
Asep merupakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) dan sebelumnya menjabat Kadisdik. Pergantian yang cepat dan senyap itu pun menuai sorotan.
Informasi pergantian Kadisdik KBB diperoleh “PR” dari dokumen surat verifikasi penerima insentif Pendidik dan Tenaga Pendidikan (PTK) Tidak Tetap 2025 dari Disdik KBB kepada kepala sekolah PAUD/TK, SD, SMP se-Kabupaten Bandung Barat.
Yang menarik, surat bertanggal 10 November 2025 itu ditandatangani Asep selaku Plt Kadisdik KBB. Padahal, jabatan itu sebelumnya diemban Dadang yang merupakan Camat Cikalongwetan. Dadang bahkan belum sampai dua bulan menjabat Plt
Dalam unggahan Instagram Disdik KBB yang dilihat “PR” pada Selasa (18/11/2025) perihal acara ‘Let’s Talkshow Pembelajaran Mendalam’, Asep juga dicantumkan sebagai Plt Kadisdik Bandung Barat.
Saat “PR” menyambangi Kantor Kecamatan Cikalongwetan, Dadang mengonfirmasi pergantian itu. ” Muhun, Pak Asep Dendih deui (Betul, Plt sekarang dijabat Pak Asep Dendih),” ucapnya, Selasa siang kemarin.
Dadang menambahkan, penunjukannya/pengangkatannya sebagai Plt Kadisdik KBB berlangsung pada 11 September 2025. Sementara pergantian dilakukan 28 Oktober 2025. Untuk penunjukan atau pengangkatan, ia menyebutkan ada suratnya.
Sedangkan pergantian, diberitahukan via telefon atau informasi lisan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KBB.
Terkait dengan alasan pergantian yang begitu cepat, Dadang menjawab ia hanya mematuhi putusan pimpinannya. ” Ari pasukan kumaha pimpinan. Pasukan harus tetap ikuti pimpinan,” ujarnya.
“PR” juga mencoba meminta keterangan Bupati Jeje Ritchie Ismail melalui pesan WhatsApp. Namun, adik ipar artis Raffi Ahmad tersebut sama sekali tak menjawab pertanyaan terkait dengan alasan pergantian yang sangat cepat itu hingga berita ini rampung ditulis.
Selain sangat cepat, informasi pergantian Plt tersebut juga terbilang senyap atau cenderung minim diinformasikan ke publik. Sorotan puan dilontarkan Dodi Saepudin, Ketua Yayasan Studi Sosial dan Kebijakan Malela.
Ia menyoroti Pemkab Bandung Barat yang seperti tak memiliki pemetaan personel plus pertimbangan matang dalam penempatan di jabatan itu.
Baca juga : Persib vs Dewa: Haye dan Tanque Bicara Kesiapan
” Solusina (Solusinya), segera Open Bidding, untuk Kadis yang Plt, terutama dinas yang besar dan menyangkut hidup orang banyak, Disdik dan Dinkes,” ujarnya.
Dalam catatan “PR” Disdik KBB memang memiliki banyak pekerjaan rumah mengenai banyaknya bangunan-bangunan sekolahnya yang rusak. Tak hanya itu, persoalan akses siswa di wilayah terpencil yang tak mudah menjangkau sekolah juga menjadi persoalan di KBB.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

