Peringkat Sepak Bola Maroko Alami Peningkatan Berkat Dukungan Negara

Sekitarbandung.com – Peringkat FIFA Maroko saat ini berada di atas Jerman dan Belanda. Hal ini menunjukkan bahwa posisinya mengalami peningkatan signifikan dalam 11 tahun terakhir.

Dicky Wicaksono

Peringkat Sepak Bola Maroko Alami Peningkatan Berkat Dukungan Negara
Peringkat Sepak Bola Maroko Alami Peningkatan Berkat Dukungan Negara

Sekitarbandung.com – Peringkat FIFA Maroko saat ini berada di atas Jerman dan Belanda. Hal ini menunjukkan bahwa posisinya mengalami peningkatan signifikan dalam 11 tahun terakhir.

Semifinalis World Cup 2022, juara World Cup U-20 2025, dan pada akhir pekan kemarin mampu menahan imbang Brasil dengan skor 1-1. Dengan kata lain, Maroko memang sedang berada dalam performa terbaiknya.

Faktor Utama Penyebab

Faktor utama yang menjadi penyebabnya adalah adanya dukungan negara, sebuah faktor penting yang mampu menggerakkan perubahan secara cepat dengan dukungan sumber daya yang memadai.

Pada tahun 2010, Raja Maroko Mohammed VI mendirikan akademi sepak bola seluas 250 hektar bernama Academie Mohammed VI de Football.

Akademi ini melatih anak-anak berusia 12-18 tahun untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Tugas mereka hanya fokus bermain dan berkembang di dunia sepak bola.

Seluruh biaya ditanggung oleh akademi, mulai dari makan, tempat tinggal, pendidikan, hingga kesehatan. Lantas, siapa yang bisa masuk ke akademi tersebut?

Tarik El Khazri

Satu nama yang memegang peran penting adalah Head Scout (Kepala Pencari Bakat), Tarik El Khazri, yang ditunjuk langsung oleh sang raja.

Tarik El Khazri berkeliling Maroko hingga ke berbagai pelosok kampung untuk mencari anak-anak yang memiliki bakat dalam bermain sepak bola.

Menurut penjelasannya, seluruh proses dilakukan tanpa intervensi pihak mana pun dan tanpa “calo”. Ia menjamin tidak ada yang namanya anak titipan.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Ternyata Jadi yang Termahal dalam Sepanjang Sejarah

Mengubah Nasib Keluarga

Kebetulan, sekitar 90 persen anak yang masuk akademi berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi kelas bawah. Hal tersebut membuat mereka memiliki motivasi pribadi untuk mengubah nasib keluarga melalui sepak bola.

Salah satu contohnya adalah Yassir Zabiri. Menurut Tarik El Khazri, Yassir sempat khawatir kalah bersaing di akademi.

Namun, kegigihan dan motivasinya berhasil membawanya mengangkat trofi World Cup U-20 2025 dan kini bermain untuk klub Ligue 1, Stade Rennais FC.

Alasan Raja Mohammed VI Menyeriusinya

Dalam jangka pendek, salah satu alasannya adalah karena Maroko akan menjadi salah satu tuan rumah World Cup 2030. Namun, di luar itu, Raja Mohammed VI memiliki keyakinan yang lebih besar.

Ia percaya bahwa olahraga dapat menumbuhkan sikap toleransi, jiwa kompetitif, menjadi distraksi dari hal-hal negatif, mendukung kesehatan mental, serta membantu pengembangan kognitif.

Mungkin sah-sah saja jika kita mengatakan bahwa prestasi Timnas Maroko hanyalah bonus dari tujuan utama sang raja, yaitu menciptakan generasi muda yang memiliki nilai-nilai positif dalam kehidupan.

Baca Juga: Mengapa Amerika Serikat Disebut sebagai Tuan Rumah Piala Dunia Terburuk?

Related Post

Tinggalkan komentar