PKM Unisba Siklus Hidrologi: Edukasi Santri Pondok Pesantren Baitul Amal

sekitarbandung.com – Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali melaksanakan PKM Unisba Siklus Hidrologi sebagai bentuk nyata Tridarma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Baitul

Aracely Azwa

PKM Unisba Siklus Hidrologi: Edukasi Santri Pondok Pesantren Baitul Amal

sekitarbandung.com – Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali melaksanakan PKM Unisba Siklus Hidrologi sebagai bentuk nyata Tridarma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Baitul Amal, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, sepanjang Juni hingga September 2025.

PKM Unisba Siklus Hidrologi untuk Santri Baitul Amal

Kegiatan ini bertajuk “Pelatihan Pemahaman Siklus Hidrologi Berbasis Geografi Informasi Sistem (GIS)” yang melibatkan dosen dan mahasiswa dari Fakultas Teknik Unisba. Tim PKM dipimpin oleh Sriyanti, S.T., M.T dengan anggota Noor Fauzi Isniarno, S.Si., M.T, Tarlani, S.T., M.T, serta mahasiswa Taqiya Putri Ariyanto, Jihad Afiz Praja Wibowo, dan Syakila Lailatul Fathiyah.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman santri terhadap siklus hidrologi serta upaya mitigasi bencana yang berhubungan dengan air.

Baca Juga: Keracunan MBG Bandung Barat: Pemkab Tetapkan Status KLB Usai 364 Siswa Sakit

Pentingnya Siklus Hidrologi bagi Kehidupan Sehari-hari

Menurut Sriyanti, air merupakan sumber kehidupan yang harus dikelola secara bijak. Dengan memahami siklus hidrologi—mulai dari evaporasi, kondensasi, presipitasi, hingga infiltrasi—santri dapat lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.

“Air yang kita gunakan sehari-hari bukanlah sumber tanpa batas. Melalui pelatihan ini, santri diharapkan memahami perputaran air di alam sekaligus pentingnya menjaga ekosistem,” ujarnya.

Penerapan Teknologi GIS untuk Edukasi Santri

Selain teori, PKM ini juga memperkenalkan penggunaan Geographic Information System (GIS). GIS membantu memetakan wilayah sekitar pondok pesantren, termasuk kondisi tanah, aliran air, serta potensi risiko banjir.

“Dengan GIS, para santri tidak hanya belajar konsep, tapi juga melihat langsung bagaimana kondisi lingkungan mereka dipetakan secara digital,” tambah Noor Fauzi Isniarno.

Antusiasme Santri dan Warga Sekitar

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat. Para santri Pondok Pesantren Baitul Amal terlihat antusias bertanya mengenai proses terjadinya hujan, penyebab banjir, hingga cara mencegah pencemaran air.

“Alhamdulillah, materi yang disampaikan sangat bermanfaat. Kami jadi tahu kalau siklus air ternyata bisa dipelajari dengan cara ilmiah,” ujar salah satu santri.

Tak hanya santri, warga sekitar juga turut hadir dan menyimak pemaparan tim PKM. Hal ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan pengelolaan sumber daya air.

Kontribusi PKM Unisba bagi Lingkungan dan Pendidikan

PKM ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung literasi lingkungan dan mitigasi bencana. Menurut data dari BMKG, perubahan iklim yang terjadi di Indonesia meningkatkan risiko banjir dan kekeringan. Oleh karena itu, pemahaman siklus hidrologi sejak dini menjadi penting.

“Santri adalah generasi penerus bangsa. Melalui edukasi ini, mereka diharapkan bisa menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan,” kata Tarlani.

Harapan Unisba ke Depan

Unisba berkomitmen melanjutkan program serupa di wilayah lain, terutama daerah rawan bencana. Dengan mengintegrasikan teknologi modern seperti GIS dengan pendidikan berbasis pesantren, diharapkan lahir generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“PKM ini bukan hanya kegiatan tahunan, tapi investasi jangka panjang bagi masyarakat,” jelas Sriyanti.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar