Sekitarbandung.com – Kamu tahu tidak? Posyandu pertama yang berada di Indonesia ternyata lahir di Provinsi Jawa Barat, tepatnya di kawasan Garut, pada tahun 1971.
Awalnya, posyandu hadir sebagai bagian dari Program Pengembangan Desa (PPD) untuk mendekatkan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat desa.
Dari sinilah pelayanan kesehatan warga dinilai mulai lebih mudah dijangkau dan sampai sekarang posyandu mempunyai peran penting bagi ibu dan anak dengan layanan sebagai berikut:
- Imunisasi anak.
- Penimbangan berat badan dan tinggi badan balita.
- Pemberian vitamin.
- Pemeriksaan ibu hamil.
- Penyuluhan kesehatan keluarga.
Baca Juga: Inilah Alasan Penting Mengapa Harus Rutin Membawa Balita ke Posyandu
Kini, Provinsi Jawa Barat mempunyai sekitar 53.358 posyandu yang tersebar di berbagai wilayah.
Sejumlah posyandu tersebut didukung oleh kader-kader terlatih yang siap membantu memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Selasa (19/5/2026), mengimbau masyarakat untuk rutin datang ke posyandu.
Hal tersebut dikarenakan pemeriksaan rutin tumbuh kembang anak bisa dipantau sejak dini untuk membantu beberapa hal berikut ini:
- Mencegah stunting.
- Memastikan gizi anak terpenuhi.
- Deteksi dini masalah kesehatan.
“Hayu, rutin datang ke posyandu terdekat! Langkah kecil hari ini, bisa bantu anak tumbuh sehat, aktif, dan jagjag waringkas di masa depan!” tulisnya dalam unggahan.
Baca Juga: Menkes Pastikan Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Terkendali, Kontak Erat Dipantau 14 Hari

