Raperda Keberagaman DPRD Bandung: Solusi Masalah SARA dan Toleransi Kota Wisata

sekitarbandung.com – Raperda Keberagaman DPRD Bandung tengah menjadi sorotan setelah Pansus 9 DPRD Kota Bandung memulai pembahasan intensif atas rancangan aturan tersebut. Raperda ini digagas

Aracely Azwa

Raperda Keberagaman DPRD Bandung: Solusi Masalah SARA dan Toleransi Kota Wisata

sekitarbandung.com – Raperda Keberagaman DPRD Bandung tengah menjadi sorotan setelah Pansus 9 DPRD Kota Bandung memulai pembahasan intensif atas rancangan aturan tersebut. Raperda ini digagas untuk menjawab tantangan konflik sosial dan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang terus berulang di tengah masyarakat kota multikultural seperti Bandung.

Baca Juga: Speed Boat Terbalik di Mentawai: 11 Orang Hilang, Termasuk Anak dan Anggota DPRD

Latar Belakang Raperda

Menurut Wakil Ketua Pansus 9, Erick Darmadjaya, pembentukan Raperda Keberagaman DPRD Bandung tidak muncul tanpa alasan. Kota Bandung sebagai kota wisata sering mengalami kasus ketidaktertiban sosial yang menyangkut perlakuan terhadap wisatawan asing maupun lokal.

“Dulu pernah terjadi pelecehan terhadap wisatawan asing dan pungli kepada turis lokal. Ini tidak boleh terjadi lagi,” jelas Erick.

Masalah-masalah tersebut dinilai menjadi bom waktu bila tidak segera diatur secara hukum. Raperda ini diharapkan bisa memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

Isi dan Kendala Pembahasan

Dalam dua rapat awal, Pansus baru sampai pada tahapan ekspos dari bagian hukum dan diskusi soal urgensi sanksi dalam Perda. Namun, ada perbedaan pandangan: sebagian pihak menilai Perda seharusnya tidak mencantumkan unsur agama atau sanksi, namun Erick menilai tanpa sanksi Perda akan kehilangan efek jera.

“Perda harus memuat sanksi sebagai alat paksa. Kalau tidak, cukup buat surat edaran saja,” tambahnya.

Ia juga menyoroti bahwa persoalan SARA yang terus berulang perlu aturan yang jelas agar masyarakat tidak semena-mena memprotes kegiatan keagamaan tanpa dasar hukum.

 Untuk mendukung pembentukan Perda yang berimbang dan inklusif, masyarakat dapat merujuk panduan dari pemerintah mengenai keberagaman dan toleransi:

Meski masih dalam tahap awal, pembahasan Raperda Keberagaman DPRD Bandung menjadi langkah penting dalam memperkuat toleransi dan mengatasi persoalan sosial yang sudah lama membayangi kota. Ke depan, diharapkan perda ini benar-benar mewakili nilai keberagaman dan perlindungan bagi seluruh warga serta wisatawan.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar