Reses DPRD Kabupaten Bandung, Petani Keluhkan Pupuk & Infrastruktur

Sekitarbandung.com – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) 7, Dadang Hemayana, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025. Acara

Acsyara Aulia

Reses DPRD Kabupaten Bandung, Petani Keluhkan Pupuk & Infrastruktur

Sekitarbandung.com – Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) 7, Dadang Hemayana, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025. Acara yang digelar di Café and Resto Ebod Jagabaya, Jalan Raya Pangalengan-Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis 21 Agustus 2025 lalu ini dihadiri para kelompok tani, tokoh masyarakat, perwakilan desa, serta tamu undangan lainnya.

Dalam reses tersebut, masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani (Gapoktan) berkesempatan menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bandung.

Isu-isu utama yang disampaikan mayoritas berkaitan dengan kebutuhan dasar sektor pertanian, termasuk ketersediaan pupuk, pembangunan infrastruktur jalan usaha tani, serta dukungan terhadap modernisasi peralatan pertanian.

Dadang Hemayana menegaskan bahwa keberadaan petani di Kecamatan Cimaung, khususnya di wilayah Dapil 7, sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan Kabupaten Bandung. Karena itu, ia menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan petani di forum legislatif.

“Kondisi saat ini para petani masih menghadapi berbagai kendala. Salah satunya adalah pengadaan pupuk yang belum merata di beberapa wilayah. Ini harus segera diatur kembali agar kebutuhan pupuk para petani bisa terpenuhi,” jelas Dadang.

Selain masalah pupuk, ia menyoroti pentingnya pembangunan jalan usaha tani. Menurutnya, keberadaan akses jalan pertanian tidak hanya memperlancar distribusi hasil panen, tetapi juga mampu menekan biaya operasional petani.

“Jalan usaha tani perlu diprioritaskan, karena keberadaannya dapat meringankan beban biaya produksi dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Lebih jauh, legislator PKB asal Banjaran ini menekankan bahwa pertanian modern menjadi kebutuhan mendesak di era saat ini. Ia menilai petani tidak boleh lagi bergantung pada metode tradisional, tetapi harus dibekali dengan teknologi dan alat mesin pertanian (alsintan) yang lebih efisien.

“Di era modern, petani tidak boleh lagi bekerja secara monoton dengan cara manual. DPRD bersama pemerintah daerah akan terus mendorong penyediaan dan pemanfaatan alsintan demi peningkatan produksi,” tegas Dadang.

Ia juga berjanji untuk terus memperjuangkan berbagai aspirasi petani di tingkat komisi DPRD, termasuk dengan berkoordinasi bersama dinas terkait. Program-program yang mendukung keberlangsungan pertanian di Kabupaten Bandung akan menjadi prioritas utamanya.

Baca juga : Sekolah Baru di Summarecon Bandung Usung Konsep Pendidikan Holistik

“Saya akan terus berupaya memberikan dukungan kepada petani. Ke depan, kita akan mendorong lebih banyak program untuk mempertahankan dan mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Bandung,” pungkasnya.

Melalui reses ini, aspirasi petani Cimaung diharapkan dapat terakomodasi dalam kebijakan pembangunan daerah, sehingga kesejahteraan masyarakat tani semakin meningkat dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar