sekitarbandung.com – RPJMD Kota Bandung 2025–2029 menjadi perhatian utama DPRD Kota Bandung. Melalui Panitia Khusus (Pansus) 10, DPRD sedang membahas Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah tersebut dengan fokus pada kesejahteraan masyarakat, pendidikan, dan penanganan stunting.
RPJMD Kota Bandung 2025–2029 Disorot DPRD
Anggota Pansus RPJMD, Susanto Triyogo A, S.ST., MT menyampaikan bahwa pembahasan saat ini masih belum sepenuhnya menyentuh akar permasalahan di masyarakat.
“Kualitas hidup warga tak cukup hanya didekati melalui indikator makro, melainkan harus diturunkan secara tajam ke isu-isu fundamental,” ujarnya, Rabu (2/7/2025).
Baca Juga: Sindikat Curanmor di Bandung Barat Dibongkar, Ratusan Motor Dikanibal
Fokus pada Stunting dalam RPJMD Kota Bandung 2025–2029
Susanto menyoroti masalah stunting sebagai indikator utama pembangunan manusia yang harus ditangani serius melalui RPJMD Kota Bandung 2025–2029. Ia menyebut bahwa keterbatasan layanan kesehatan di wilayah padat penduduk dan pinggiran masih menjadi persoalan utama.
“Masih ada puskesmas yang kekurangan tenaga kesehatan. Ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan dasar,” ungkapnya.
Pendidikan Jadi Prioritas RPJMD Kota Bandung 2025–2029
Bidang pendidikan juga masuk dalam pembahasan Pansus. Menurut Susanto, RPJMD Kota Bandung 2025–2029 harus mampu mengatasi ketimpangan, terutama masih adanya sekolah blank spot dan tingginya angka putus sekolah.
“Lebih dari 19.000 anak tercatat putus sekolah. Ini kondisi darurat yang memerlukan kebijakan khusus dan terarah,” tegasnya.
Pemerataan Infrastruktur dalam RPJMD Kota Bandung 2025–2029
Dalam Misi 2, yang menekankan Kota Bandung menjadi wilayah yang inklusif, terbuka, dan berkeadilan, Susanto mengkritisi belum adanya strategi konkret. Ketimpangan antarwilayah, seperti selatan dan pinggiran kota yang tertinggal dari pusat, masih nyata.
“Infrastruktur kota belum merata, dari jalan lingkungan, sanitasi, transportasi umum, hingga ruang terbuka hijau yang terkonsentrasi di tengah kota,” katanya.
Ia menambahkan, banyak warga masih bergantung pada sektor ekonomi informal. Ditambah lagi, minimnya kolaborasi lintas sektor membuat pembangunan tidak berjalan optimal.
RPJMD Kota Bandung 2025–2029 Butuh Sinergi dan Komitmen
“RPJMD ini harus menjadi master plan dan road map bersama untuk menyelesaikan masalah Kota Bandung,” ujar Susanto.
Menurutnya, RPJMD Kota Bandung 2025–2029 bukan hanya dokumen teknokratik, tapi juga amanah dari rakyat sebagai realisasi janji politik kepala daerah terpilih.
Sebagai informasi tambahan, masyarakat dapat memahami struktur RPJMD secara umum melalui situs resmi Bappenas
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

