RSUD Kota Bandung Beberkan Detik-detik Penanganan Pasien Lansia Kritis Korban Penganiayaan di Depan Minimarket Cipadung

Sekitarbandung.com – RSUD Kota Bandung membeberkan secara rinci kronologi penanganan seorang pasien lansia korban penganiayaan di depan minimarket Cipadung yang datang dalam kondisi kritis pada

Dicky Wicaksono

RSUD Kota Bandung Beberkan Detik-detik Penanganan Pasien Lansia Kritis Korban Penganiayaan di Depan Minimarket Cipadung

Sekitarbandung.com – RSUD Kota Bandung membeberkan secara rinci kronologi penanganan seorang pasien lansia korban penganiayaan di depan minimarket Cipadung yang datang dalam kondisi kritis pada awal Januari lalu.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pelayanan Medik Rawat Jalan dan Rawat Inap RSUD Kota Bandung, dr. Pia Nur A. Rahayu, untuk meluruskan informasi sekaligus memastikan bahwa pelayanan medis telah dilakukan sesuai prosedur.

Dilansir dari unggahan akun Instagram @humas_bandung pada Kamis (15/1/2026), diketahui pasien datang dengan kondisi penurunan kesadaran dan langsung ditangani oleh tim dokter serta perawat IGD.

Karena kondisi pasien menunjukkan tanda gangguan serius di bagian kepala, tim medis segera melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan tersebut meliputi CT scan kepala serta pemeriksaan rontgen kepala, leher, dan dada. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya perdarahan di dalam kepala.

Temuan tersebut segera dikomunikasikan kepada keluarga pasien. Tim dokter IGD menyampaikan bahwa kondisi pasien membutuhkan perawatan intensif dan observasi ketat. Namun pada saat itu, seluruh ruang perawatan intensif (ICU) masih dalam kondisi penuh.

Baca Juga: Aniaya Warga Hingga Meninggal Dunia di Depan Minimarket Cipadung, Pelaku Terancam 10 Tahun Penjara

Meski demikian, Pia menegaskan bahwa keterbatasan ruang tidak menghentikan penanganan maksimal. Pasien tetap dirawat di ruang resusitasi IGD yang telah dilengkapi fasilitas setara perawatan intensif, termasuk alat monitor dan ventilator.

Pada pagi harinya, pasien juga mendapatkan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis bedah saraf.

Setelah hampir seharian menunggu, pada Selasa, 6 Januari 2026 sekitar pukul 18.00 WIB, ruang ICU akhirnya tersedia. Pasien kemudian dipindahkan ke ruang intensif untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Namun kondisi pasien kembali memburuk keesokan harinya pada Rabu, 7 Januari. Sekitar pukul 07.00 WIB, pasien harus dipasang alat bantu napas karena penurunan kondisi klinis.

Beberapa jam kemudian, dokter menyimpulkan bahwa tindakan operasi harus segera dilakukan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Sayangnya, keluarga pasien menyatakan menolak tindakan operasi dengan alasan keterbatasan biaya.

Tim medis kembali memberikan edukasi, menjelaskan risiko yang sangat besar jika operasi tidak dilakukan, serta memberi waktu agar keluarga dapat mempertimbangkan ulang keputusan tersebut.

Baca Juga: RSUD Kota Bandung Akan Diperluas, Komisi IV DPRD Turun Tangan

Related Post

Tinggalkan komentar