Sejarah UFC, dari Turnamen Hampir Bangkrut Jadi Kerajaan Combat Sport Dunia

Sekitarbandung.com – UFC pertama kali digelar pada tahun 1993. Konsepnya sederhana, yaitu mempertemukan petarung dari berbagai disiplin bela diri untuk mencari gaya bertarung paling efektif.

Dicky Wicaksono

Sejarah UFC, dari Turnamen Hampir Bangkrut Jadi Kerajaan Combat Sport Dunia
Sejarah UFC, dari Turnamen Hampir Bangkrut Jadi Kerajaan Combat Sport Dunia

Sekitarbandung.com – UFC pertama kali digelar pada tahun 1993. Konsepnya sederhana, yaitu mempertemukan petarung dari berbagai disiplin bela diri untuk mencari gaya bertarung paling efektif.

Saat itu, aturannya masih sangat sedikit. Tidak ada kelas berat badan, tidak ada sistem poin seperti sekarang, dan pertarungannya dianggap terlalu brutal oleh banyak orang.

UFC Dilarang dan Kehilangan Uang

Pada akhir 1990-an, UFC mendapat tekanan besar dari politisi dan media. Senator John McCain bahkan menyebut UFC sebagai “human cockfighting” atau adu ayam versi manusia.

Banyak negara bagian melarang UFC, sponsor menghilang, dan siaran televisi dihentikan. Pada tahun 2001, organisasi ini hampir bangkrut dan dijual dengan nilai sekitar US$2 juta.

Baca Juga: Timnas Indonesia Berhasil Menang atas Oman dengan Skor 3-0 di Stadion GBK

Dana White dan Keluarga Fertitta

Orang-orang inilah yang menyelamatkan UFC. Saat UFC berada di ambang kehancuran, Dana White mengetahui bahwa organisasi tersebut sedang diperjualbelikan.

Ia kemudian menghubungi Lorenzo dan Frank Fertitta, dua pengusaha yang juga penggemar combat sport. Melalui perusahaan Zuffa, mereka membeli UFC pada tahun 2001.

Dana White kemudian ditunjuk sebagai Presiden UFC dan mulai membangun kembali organisasi tersebut dari nol.

Menjadi Raja Combat Sport Dunia

Dana White mengubah UFC menjadi produk hiburan olahraga modern melalui acara reality show The Ultimate Fighter, promosi yang agresif, serta lahirnya para bintang besar.

Beberapa bintang tersebut antara lain Chuck Liddell, Georges St-Pierre, Anderson Silva, Ronda Rousey, Conor McGregor, hingga Khabib Nurmagomedov, dan popularitas UFC pun meledak.

Dari organisasi yang hampir bangkrut, UFC berkembang menjadi promotor combat sport terbesar di dunia dengan nilai yang mencapai miliaran dolar.

Baca Juga: Bola Canggih Piala Dunia, Inovasi FIFA dan Adidas Pakai Teknologi

Related Post

Tinggalkan komentar