Sekitarbandung.com – Uang pecahan Rp1.000 yang kerap digunakan dalam transaksi sehari-hari ternyata menyimpan kisah perjuangan dan tragedi yang mendalam.
Sosok pahlawan yang terpampang pada uang tersebut adalah Kapitan Pattimura, pahlawan nasional asal Maluku yang dikenal berani melawan penjajahan Belanda.
Kapitan Pattimura memiliki nama asli Thomas Matulessy. Ia memimpin perlawanan rakyat Maluku pada tahun 1817 sebagai bentuk penentangan terhadap kebijakan kolonial Belanda yang menindas.
Contoh kebijakan tersebut yaitu mulai dari kerja paksa hingga penarikan pajak yang memberatkan rakyat. Salah satu aksi paling terkenal adalah penyerbuan Benteng Duurstede di Saparua yang sempat membuat Belanda kewalahan.
Nasib tragis pun menantinya. Pada 16 Desember 1817, Kapitan Pattimura dieksekusi mati dengan cara digantung di Ambon.
Meski demikian, kematiannya tidak memadamkan semangat perlawanan rakyat Maluku. Justru, pengorbanan Pattimura menjadi simbol keberanian dan perjuangan melawan penjajahan hingga kini.
Kini, wajah Kapitan Pattimura diabadikan pada uang pecahan Rp1.000 sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanannya bagi bangsa Indonesia.
Di balik nilai uang yang terlihat kecil, tersimpan kisah besar tentang keberanian, pengkhianatan, dan pengorbanan seorang pahlawan demi kemerdekaan.

