Sisi Lain R. A. Kartini yang Jarang Diketahui, dari Jepara hingga ke Bandung

Sekitarbandung.com – Raden Ajeng Kartini merupakan pahlawan nasional Indonesia dan tokoh emansipasi perempuan yang lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah, dari kalangan

Dicky Wicaksono

Sisi Lain R. A. Kartini yang Jarang Diketahui, dari Jepara hingga ke Bandung
Sisi Lain R. A. Kartini yang Jarang Diketahui, dari Jepara hingga ke Bandung

Sekitarbandung.com – Raden Ajeng Kartini merupakan pahlawan nasional Indonesia dan tokoh emansipasi perempuan yang lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah, dari kalangan bangsawan.

Ia dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi yang memperjuangkan kesetaraan pendidikan dan hak-hak perempuan melalui pemikiran, tulisan, serta surat-suratnya yang dibukukan dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Di balik itu semua, ada “sisi lain” yang jarang diungkap dan berkaitan dengan salah seorang penggerak emansipasi wanita Indonesia, R. A. Kartini, yang hari kelahirannya diperingati secara nasional setiap tahun.

Sisi lain tersebut antara lain datang dari sang kakak dan adik R. A. Kartini. Perjuangan mereka pun tak kalah penting, khususnya bagi perkembangan dunia pendidikan dan kesehatan yang pada waktu itu masih terbilang terbatas.

Raden Ayu Kardinah (1881-1971)

Ia adalah adik kandung R. A. Kartini. Raden Ayu Kardinah mendirikan sekolah pada 1 Maret 1916 dengan nama “Sekolah Kepandaian Putri Wisma Pranowo” di Tegal, yaitu sekolah keterampilan perempuan untuk menjadi istri atau ibu yang mapan.

Pada tahun 1927, Kardinah mendirikan rumah sakit yang diberi nama Kardinah Ziekenhuis atau Rumah Sakit Kardinah. Dana pembangunan rumah sakit ini diambil dari royalti penjualan buku-bukunya dan ditambah dari hasil penjualan kerajinan tangan murid-murid Wisma Pranowo.

Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Pemkot Bandung Luncurkan Pekka Bersinar

Raden Ajeng Roekmini (1880-1951)

Jika R. A. Kartini “menyalakan api”, maka Roekmini menjaga nyala itu agar tetap hidup. Adik tiri Kartini ini membuka sekolah vokasional atau kejuruan.

Selain membangun sekolah, Roekmini juga aktif dalam berbagai organisasi dan komunitas yang membela hak-hak perempuan serta menjadi bagian dari badan eksekutif organisasi pejuang hak pilih perempuan Eropa bernama Vereeniging voor Vrouwenkiesrecht (VVV).

Bahkan, Roekmini juga berkontribusi dalam pengajuan proposal pembangunan cabang VVV di Kudus dengan harapan perempuan pribumi bisa semaju perempuan Eropa.

RMP Sosrokartono (1877-1952)

Sepulang dari Eropa, kakak kandung R. A. Kartini, yaitu Raden Mas Panji Sosrokartono, mulai menetap di Bandung sejak tahun 1927 dan mewakafkan seluruh kehidupannya kepada masyarakat di bidang pendidikan hingga kesehatan.

Ia tinggal di rumah kontrakan yang dikenal dengan nama “Dar Oes Salam” di Jalan Pungkur No. 19. Rumah ini kerap digunakan sebagai tempat berkumpulnya para pejuang kemerdekaan.

Dalam membantu orang sakit, Sosrokartono menggunakan metode pengobatan dan pertolongan dengan air putih sehingga dijuluki “Dokter Cai”.

Saban hari ia melakukan pertolongan tanpa membedakan bangsa, suku bangsa, agama, kepercayaan, dan kedudukan.

Baca Juga: Punya Otak Luar Biasa Cerdas, R. A. Kartini Justru Dikurung Hanya untuk Menunggu Dilamar

Related Post

Tinggalkan komentar