Sebagian Besar SPPG Kabupaten Bandung Belum Kantongi SLHS, Proses Sertifikasi Masih Berjalan Lambat

sekitarbandung.com – Sebaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung terus berkembang seiring implementasi program Makan Bergizi Gratis untuk pelajar. Namun, di tengah upaya

Aracely Azwa

SPPG Kabupaten Bandung

sekitarbandung.com – Sebaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung terus berkembang seiring implementasi program Makan Bergizi Gratis untuk pelajar. Namun, di tengah upaya memperkuat kualitas layanan, SPPG Kabupaten Bandung masih menghadapi kendala besar dalam proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hingga pertengahan November 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mencatat baru 9 SPPG yang berhasil mendapatkan sertifikasi lengkap. Sementara itu, 123 SPPG Kabupaten Bandung lainnya masih berproses dan wajib memenuhi sejumlah persyaratan sebelum dinyatakan layak.

Tantangan SPPG Kabupaten Bandung dalam Memenuhi Standar SLHS

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Yuli Irnawaty Mosjasari, menjelaskan bahwa sebagian besar SPPG Kabupaten Bandung belum memenuhi beberapa persyaratan teknis yang diwajibkan dalam standar higiene sanitasi. Kendala terbesar terletak pada kurangnya pelatihan bagi penjamah makanan dan lamanya proses uji laboratorium.

Menurutnya, banyak dapur penyedia makanan sekolah yang belum dapat mengalokasikan waktu khusus untuk pelatihan karena aktivitas produksi makanan berlangsung setiap hari. Kondisi ini membuat proses sertifikasi berjalan bertahap dan memerlukan jadwal pelatihan bergiliran.

Pelatihan Penjamah Makanan Jadi Kendala Utama SPPG Kabupaten Bandung

Salah satu syarat penting memperoleh SLHS adalah keikutsertaan minimal 50 persen penjamah makanan dalam pelatihan. Di lapangan, banyak SPPG Kabupaten Bandung hanya mampu mengirim 10–15 orang, padahal jumlah penjamah makanan bisa mencapai 50 orang per dapur produksi.

Pelatihan tersebut mencakup:

  • Higiene personal penjamah

  • Teknik penyimpanan bahan makanan

  • Prosedur sanitasi peralatan

  • Pengendalian kontaminasi silang

Tidak terpenuhinya kuota pelatihan ini otomatis membuat pengajuan SLHS tertunda.

Pemeriksaan Laboratorium Memperlambat Sertifikasi SPPG Kabupaten Bandung

Selain pelatihan, verifikasi laboratorium menjadi komponen penting dalam sertifikasi. Pemeriksaan kualitas air minum, air bersih, makanan, serta peralatan masak membutuhkan waktu rata-rata 14 hari.

Lamanya proses uji laboratorium membuat banyak SPPG Kabupaten Bandung harus menunggu lebih lama, terutama ketika antrean pemeriksaan meningkat sebelum tenggat pelaporan program gizi sekolah.

Hasil laboratorium juga menentukan apakah penyedia makanan harus melakukan perbaikan sebelum dinyatakan layak.

Pengawasan Lintas Dinas untuk Mempercepat SLHS SPPG Kabupaten Bandung

Dinas Kesehatan tak bekerja sendiri. Pemerintah Kabupaten Bandung melibatkan sejumlah dinas lain, termasuk dinas pangan, pengawasan bahan baku, dan perangkat kecamatan.

Pengawasan ini mencakup:

  • Standar bangunan dapur

  • Kualitas peralatan masak

  • Alur distribusi makanan ke sekolah

  • Keamanan bahan baku dan proses penyimpanan

Langkah lintas sektor ini diharapkan mempercepat kesiapan SPPG Kabupaten Bandung memenuhi semua persyaratan SLHS.

Untuk referensi terkait pedoman higiene sanitasi pangan, pemerintah mengarahkan pada acuan nasional melalui portal resmi otoritas kesehatan: www.pom.go.id

Baca Juga: SMPN 1 Majalaya Lingkungan Sekolah Warga Bojongreungas Kecewa Kurang Peduli

Peran SPPG Kabupaten Bandung dalam Program Makan Bergizi Gratis

Sebagai bagian dari program prioritas pemerintah, SPPG Kabupaten Bandung memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan makanan yang aman dan bergizi bagi pelajar. Sertifikasi SLHS bukan sekadar formalitas, tetapi jaminan mutu yang menentukan kesehatan ribuan anak setiap harinya.

Dengan meningkatnya jumlah SPPG yang tersertifikasi, kualitas layanan program Makan Bergizi Gratis juga akan semakin kuat dan konsisten.

Upaya Peningkatan Dinas Kesehatan untuk SPPG Kabupaten Bandung

Dinkes Kabupaten Bandung menegaskan bahwa proses sertifikasi tidak akan berhenti. Pemerintah terus mendorong:

  • percepatan jadwal pelatihan,

  • pembenahan fasilitas dapur,

  • penambahan jam pemeriksaan laboratorium,

  • serta pendampingan berkelanjutan bagi SPPG Kabupaten Bandung.

Harapannya, seluruh SPPG Kabupaten Bandung dapat menyelesaikan proses sertifikasi sebelum akhir tahun agar distribusi makanan sekolah semakin aman, higienis, dan terstandar.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar