Stasiun Jatake Resmi Beroperasi pada 28 Januari 2026, Perkuat Mobilitas Harian Masyarakat Tangerang

Sekitarbandung.com – Stasiun Jatake resmi beroperasi dan diresmikan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Gubernur Banten, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta para pemangku

Dicky Wicaksono

Stasiun Jatake Resmi Beroperasi pada 28 Januari 2026, Perkuat Mobilitas Harian Masyarakat Tangerang
Stasiun Jatake Resmi Beroperasi pada 28 Januari 2026, Perkuat Mobilitas Harian Masyarakat Tangerang (Instagram/@keretaapikita)

Sekitarbandung.com – Stasiun Jatake resmi beroperasi dan diresmikan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Gubernur Banten, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta para pemangku kepentingan terkait pada Rabu, 28 Januari 2026.

Dibangun melalui skema creative financing berbasis Transit Oriented Development (TOD), Stasiun Jatake dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas kawasan Tangerang yang terus tumbuh.

Dengan luas bangunan 3.198 m², peron 300 meter, dan kapasitas hingga 20.000 penumpang per hari, stasiun ini siap melayani Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung dengan headway 5-10 menit.

Kehadiran Stasiun Jatake mencerminkan kolaborasi erat antara KAI, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, serta PT Bumi Serpong Damai Tbk dalam menghadirkan transportasi massal yang andal, terjangkau, dan terintegrasi dengan pengembangan kawasan.

Mobilitas yang Terus Bertumbuh

Tren jangka panjang pengguna Commuter Line Tanah Abang-Rangkasbitung menunjukkan pertumbuhan signifikan:

  • 2022: 43,3 juta pelanggan
  • 2023: 62,1 juta pelanggan
  • 2024: 70 juta pelanggan
  • 2025: 77,55 juta pelanggan

Moda Utama Mobilitas Harian

Saat ini, Commuter Line melayani 1.065 perjalanan per hari, dengan 192 perjalanan di antaranya melayani Stasiun Jatake.

Pola ini menegaskan peran Commuter Line sebagai tulang punggung mobilitas ekonomi kawasan penyangga Jakarta.

Baca Juga: 10 Stasiun Paling Ramai Selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Fasilitas dan Pengembangan Kawasan

Bangunan stasiun terdiri dari tiga lantai, dilengkapi parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda.

KAI juga menyiapkan lahan pengembangan lanjutan seluas ±4.000 m² untuk mendukung integrasi antarmoda dan pengembangan kawasan ke depan.

Menjawab Kebutuhan Penduduk Usia Produktif

Kabupaten Tangerang didominasi penduduk usia produktif dengan pergerakan harian tinggi menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi, khususnya Jakarta.

Transportasi massal yang andal dan terjangkau menjadi fondasi penting dalam menopang aktivitas kerja dan perdagangan masyarakat.

Sejalan Arahan Presiden

Pembangunan Stasiun Jatake sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat konektivitas dan transportasi massal sebagai penggerak perekonomian nasional.

Transportasi Massal sebagai Pusat Pertumbuhan

KAI terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta seluruh pemangku kepentingan.

Stasiun Jatake menjadi langkah awal kerja sama jangka panjang pengembangan kota satelit berbasis simpul transportasi massal.

Baca Juga: Stasiun Jatake Segera Layani Commuter Green Line Sambut Tahun 2026, KAI dan DJKA Pastikan Kesiapan Operasional

Related Post

Tinggalkan komentar