Stunting Bandung Turun 5,1 Persen, Dokter Ingatkan Pentingnya Asupan Protein Anak

sekitarbandung.com – Stunting Bandung mencatat penurunan signifikan sepanjang tahun 2024. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, prevalensi stunting turun dari 29,2 persen pada 2023 menjadi

Aracely Azwa

Stunting Bandung Turun 5,1 Persen, Dokter Ingatkan Pentingnya Asupan Protein Anak

sekitarbandung.com – Stunting Bandung mencatat penurunan signifikan sepanjang tahun 2024. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, prevalensi stunting turun dari 29,2 persen pada 2023 menjadi 24,1 persen pada 2024. Artinya, terjadi penurunan sebesar 5,1 persen hanya dalam waktu satu tahun.

Penurunan Stunting Bandung Berkat Program Bergizi

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyebut capaian ini tidak lepas dari dukungan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini disebut berpotensi mempercepat penurunan stunting sekaligus menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

“Dengan nutrisi yang tepat, anak-anak bisa tumbuh sehat, cerdas, dan produktif. Stunting bisa dicegah melalui program ini,” ujar Dadang, Senin (29/9).

Baca Juga: Pemkot Bandung Libatkan RW dan RT Data Kondisi Kirmir Sungai, Cegah Longsor Sejak Dini

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Generasi Sehat

Untuk menjamin kualitas makanan yang disajikan, Pemkab Bandung mewajibkan setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki sertifikat laik hygiene dari Dinas Kesehatan. Sertifikasi ini meliputi bangunan, peralatan, pengolahan limbah, hingga standar penyajian makanan.

Langkah tersebut menjadi penting agar program MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak dan tidak menimbulkan masalah kesehatan baru.

Dokter Gizi Bandung Ingatkan Keseimbangan Protein

Meski tren penurunan cukup baik, dokter spesialis gizi klinik, Pande Putu Agus Mahendra, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan protein dalam pola makan anak.

“Kekurangan protein bisa memicu stunting karena tubuh kekurangan bahan utama pembentuk sel. Sebaliknya, kelebihan protein justru berisiko membebani ginjal,” jelasnya, Kamis (2/10).

Ia menyebutkan kebutuhan protein orang dewasa berkisar 0,8–1,2 gram per kilogram berat badan. Sementara bagi mereka yang beraktivitas fisik berat, kebutuhan bisa mencapai 1,6–1,8 gram per kilogram berat badan.

“Lebih dari itu tidak memberi manfaat, bahkan bisa menimbulkan masalah,” tambahnya.

Strategi Pemkab Bandung Tekan Angka Stunting

Dalam konteks program pangan massal, Pande menyarankan penggunaan sumber protein yang aman, sehat, dan terjangkau. Beberapa contohnya seperti telur, ayam, ikan, tempe, dan tahu.

Namun, distribusi dan pengolahan tetap harus diawasi ketat. Potensi alergi pada bahan tertentu, seperti seafood dan kacang-kacangan, juga perlu diantisipasi melalui evaluasi konsumsi harian anak.

Langkah pengawasan ini sejalan dengan strategi Pemkab Bandung dalam menekan stunting Bandung agar semakin rendah di tahun-tahun mendatang.

Tantangan Pencegahan Stunting Bandung ke Depan

Meski angka stunting sudah menurun, tantangan ke depan tetap besar. Edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang, kolaborasi lintas sektor, serta keberlanjutan program MBG menjadi faktor kunci keberhasilan.

Jika upaya ini konsisten dijalankan, bukan tidak mungkin angka stunting di Kabupaten Bandung bisa ditekan lebih jauh, sekaligus mewujudkan generasi emas yang sehat dan berkualitas. Untuk mengetahui lebih jauh tentang strategi nasional dalam menurunkan stunting, masyarakat bisa merujuk ke panduan resmi dari BKKBN mengenai pencegahan stunting.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar