Teras Cihampelas Bandung masih menunggu hasil uji beban resmi sebelum diputuskan dibongkar. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan aspek teknis, legal, dan keselamatan publik.
Sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung hingga saat ini masih menunggu hasil uji beban atau loading test terhadap Teras Cihampelas Bandung sebelum memutuskan langkah pembongkaran tahap dua. Bangunan yang membentang sepanjang sekitar 250 meter ke arah jembatan layang Pasupati itu kini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan publik dan kepastian hukum.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, hasil uji Teras Cihampelas Bandung beban resmi akan menjadi dasar utama dalam menentukan apakah Teras Cihampelas Bandung masih layak dipertahankan atau harus dibongkar. Menurutnya, keputusan tersebut tidak bisa diambil berdasarkan asumsi semata.
“Kalau memang ternyata hasil loading test resmi itu menunjukkan hasil yang kurang dari 100 persen, maka saya punya alasan untuk membongkar (Teras Cihampelas Bandung-red),” ujar Farhan saat ditemui di Bandung.
Farhan menjelaskan, uji beban dilakukan untuk memastikan kondisi struktur bangunan secara teknis. Hasil pengujian itu nantinya akan menjadi pegangan Pemkot Bandung dalam mengambil kebijakan yang tidak hanya aman, tetapi juga sah secara hukum.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini Teras Cihampelas Bandung belum memiliki Persetujuan Bangunan Gedung atau PBG serta Sertifikat Laik Fungsi atau SLF. Ketiadaan dokumen tersebut menjadi persoalan serius dalam pengelolaan bangunan publik.
“Tidak ada PBG-nya, tidak ada Sertifikat Laik Fungsi-nya. Jadi memang secara aturan harus dibongkar,” kata Farhan dengan tegas.
Menurut Farhan, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyatakan bahwa Teras Cihampelas Bandung dikategorikan sebagai bangunan, bukan jalan atau jembatan. Dengan status tersebut, maka bangunan wajib memenuhi seluruh persyaratan perizinan yang berlaku.
Meski secara aturan pembongkaran dimungkinkan, Farhan menekankan bahwa proses tersebut tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Pemkot Bandung masih memerlukan kajian teknis lanjutan untuk menentukan langkah paling tepat.
“Kalau mau menyatakan bongkar, pertanyaannya apanya yang dibongkar. Secara teknis tentu nanti ditentukan oleh ahli,” ujarnya.
Ia menilai, tidak menutup kemungkinan hanya bagian tertentu dari Teras Cihampelas Bandung yang perlu dibongkar apabila masih terdapat struktur yang dinilai aman. Oleh karena itu, rekomendasi para ahli konstruksi menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan.
Farhan menambahkan, apabila pembongkaran benar-benar dilakukan, maka Pemkot Bandung akan bertanggung jawab penuh terhadap proses tersebut. Namun sebelum itu, hasil kajian teknis akan diajukan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan.
“Kita lagi penelitian dulu. Kalau penelitiannya sah, benar, bisa diakui secara hukum, kita ajukan kepada DJKN, apakah boleh dibongkar atau tidak,” jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembongkaran Teras Cihampelas Bandung tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Pemkot Bandung ingin setiap kebijakan yang diambil memiliki dasar legal yang kuat.
Sementara itu, Teras Cihampelas tahap dua diketahui telah ditutup sejak akhir Maret. Penutupan dilakukan setelah Farhan merasakan langsung adanya getaran pada struktur bangunan saat kegiatan yang dihadiri ratusan orang berlangsung.
“Saya merasakan sendiri getarannya. Itu yang membuat kita tidak mau mengambil risiko terhadap keselamatan masyarakat,” kata Farhan.
Meski akses publik ditutup, Farhan memastikan perawatan bangunan tetap dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut yang dapat membahayakan warga di sekitar lokasi.
“Meski ditutup, perawatan tetap ada. Karena kalau tidak ada perawatan, nanti kalau rusak, jatuh, kena orang, rusak,” ujarnya.
Ke depan, Pemkot Bandung berkomitmen untuk transparan dalam menyampaikan hasil uji beban dan kajian teknis Teras Cihampelas Bandung kepada publik. Farhan menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan kota.
Hingga kini, masyarakat diminta bersabar menunggu hasil uji beban resmi yang akan menentukan nasib Teras Cihampelas Bandung, apakah akan dipertahankan, diperbaiki, atau dibongkar sebagian maupun seluruhnya.
Temukan informasi menarik lainnya di Bandung, selalu kunjungi website www.sekitarbandung.com

