Sekitarbandung.com – Jangan menganggap sepele tidur sebentar saat berkendara karena dampaknya bisa sangat fatal. Selain mencelakai diri sendiri, orang lain pun berpotensi terkena imbasnya.
Imbas tersebut dikenal sebagai microsleep, yaitu kondisi tidur singkat selama kurang lebih 1-10 detik tanpa disadari. Meski hanya berlangsung dalam hitungan detik, kendaraan bisa melaju tanpa kontrol dan berisiko menyebabkan kecelakaan.
Inilah mengapa penting untuk mengenali tanda dan penyebab microsleep sebelum terlambat. Apa saja itu? Simak penjelasannya berikut ini!
Tanda:
- Menguap terus.
- Mata terasa berat.
- Hilang fokus selama beberapa detik.
- Mobil mulai oleng.
Penyebab:
- Kurang tidur.
- Mengemudi terlalu lama.
- Jalan yang monoton atau berkendara pada malam hari.
Baca Juga: Mudik Pakai Kendaraan Listrik? Berikut Daftar SPKLU di Tol Trans Jawa!
Agar tetap aman, disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut ini:
- Tidur cukup sebelum berangkat.
- Istirahat setiap 2-3 jam.
- Hindari berkendara pada jam rawan (1-5 pagi).
- Jangan memaksakan diri saat lelah.
- Menepi dan memanfaatkan rest area.
- Power nap sekitar 15-20 menit.
- Ganti sopir jika memungkinkan.
Kesadaran akan bahaya microsleep sangat penting, terutama saat melakukan perjalanan jauh seperti mudik, karena kondisi tubuh yang lelah sering kali tidak disadari hingga terlambat.
Dengan menjaga kondisi tubuh tetap prima dan tidak memaksakan diri, risiko kecelakaan akibat microsleep dapat diminimalkan sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Pemprov Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Kamis (19/3/2026), mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat perjalanan mudik.
“Kalau ngantuk datang, lemesin shay jangan dilawan! Ingat, Wargi Jabar: Bukan cepat yang penting, tetapi selamat sampai tujuan,” tulisnya dalam unggahan.
Baca Juga: Hindari Oversharing di Media Sosial, Yuk Jaga Privasi Selama Perjalanan Mudik!

