Sekitarbandung.com – Pertanyaan “Kapan menikah? Kapan mempunyai anak? Kapan lulus kuliah?” terkadang memang terdengar biasa saja, tetapi di sisi lain bisa menjadi beban yang sangat besar.
Niatnya ingin peduli, tetapi tidak semua orang siap untuk menjawab dan tidak semua cerita bisa dibagikan kepada orang lain. Di balik senyum, bisa jadi masih ada perjuangan yang belum selesai dituntaskan.
Menjaga lisan sama dengan menjaga hati. Menghindari pertanyaan sensitif merupakan bentuk adab dan kasih sayang, karena kita tidak pernah tahu apa yang sedang diperjuangkan orang lain.
Silaturahmi bukan tentang interogasi, melainkan fokus pada kebahagiaan hari ini, momen kebersamaan, dan saling mendoakan, bukan tekanan soal pencapaian hidup.
Kalau kamu bingung ingin membicarakan apa, cobalah membuka topik pembicaraan dengan beberapa pertanyaan berikut ini:
- “Mudiknya bagaimana? Drama tidak?”
- “Makanan lebaran favorit kamu apa?”
- “Liburan nanti mau ke mana?”
- “Cerita lucu tahun ini dong!”
Jadi, bagaimana? Lebih hangat, lebih aman, tetap seru, kan?
Dengan memilih kata yang tepat dan penuh empati, silaturahmi akan terasa lebih nyaman serta mampu mempererat hubungan tanpa menimbulkan beban bagi siapa pun.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Pemprov Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Minggu (22/3/2026), mengajak masyarakat untuk menjadikan lebaran sebagai momen recharge energi positif.
“Jadikan Lebaran momen recharge energi positif. Saling jaga hati dan saling jaga lisan. Karena silaturahmi yang nyaman adalah yang membuat semua merasa dihargai,” tulisnya dalam unggahan.
Baca Juga: Silaturahmi Digital yang Sehat, Tetap Terhubung dan Beretika

