Tujuh Nilai Karakter dalam Program MBG Disampaikan Mendikdasmen dalam Sebuah Forum di NTT

Sekitarbandung.com – Presiden Prabowo Subianto pada 6 Januari 2025 meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak,

Dicky Wicaksono

Tujuh Nilai Karakter dalam Program MBG Disampaikan Mendikdasmen dalam Sebuah Forum di NTT
Tujuh Nilai Karakter dalam Program MBG Disampaikan Mendikdasmen dalam Sebuah Forum di NTT (Instagram/@kemendikdasmen)

Sekitarbandung.com – Presiden Prabowo Subianto pada 6 Januari 2025 meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul.

Adanya akses makanan bergizi gratis diharapkan dapat menekan angka gizi buruk, stunting, serta ketimpangan pangan yang dapat menghambat lahirnya generasi yang lebih sehat dan cerdas.

Selain itu, program ini juga menjadi wujud kepedulian sosial, memperkuat rasa solidaritas, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat di semua lapisan masyarakat.

Kemendikdasmen senantiasa mendukung pelaksanaan program prioritas MBG. Dukungan tersebut diberikan karena MBG sejalan dengan salah satu Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diluncurkan pada 27 Desember 2024, yakni kebiasaan makan sehat dan bergizi.

Selain pemenuhan gizi, program MBG juga dinilai memiliki nilai-nilai karakter positif yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana penguatan karakter bagi murid.

Baca Juga: Satu Tahun Cek Kesehatan Gratis, Mendikdasmen Cek Langsung ke Sekolah

Ada tujuh nilai karakter positif yang bisa dipetik dari MBG. Apa saja, ya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Religius/Spiritual: Melatih Rasa Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Implementasi: Murid diajarkan bersyukur atas nikmat makanan yang diberikan dengan pembiasaan membaca doa sebelum dan sesudah makan.

2. Tanggung Jawab: Melatih Kesadaran Untuk Menghargai Aktivitas Dan Etika Makan

Implementasi: Murid diajarkan untuk menghabiskan makanan, membersihkan atau meletakkan peralatan makan setelah digunakan, mengikuti jadwal makan yang sudah ditentukan, mengambil makanan dan mencuci tangan secara mandiri.

3, Toleransi: Melatih Pemahaman Dan Penghargaan Akan Keragaman Menu Makanan Serta Etika Makan

Implementasi: Murid diajarkan untuk mengidentifikasi makanan yang akan diberikan sesuai kondisi kesehatan masing-masing seperti alergi, fobia, intoleransi makanan, atau kebutuhan diet khusus.

Murid diperkenalkan makanan tradisional dari berbagai daerah dan membahas kandungan gizinya, murid diajak untuk mengenali dirinya dan teman-temannya, termasuk makanan apa yang disukai dan tidak disukai.

4. Peduli Sosial Atau Kebersamaan: Melatih Rasa Saling Memiliki, Sikap Tenggang Rasa, Dan Saling Menghargai

Implementasi: Murid diajarkan tentang kebersamaan melalui aktivitas makan bersama-sama, berbagi makanan, serta kebiasaan antre dan tertib saat makan.

5. Peduli Lingkungan Atau Kebersihan: Melatih Kepedulian Akan Kebersihan Tempat Makan Dan Area Makan

Implementasi: Murid diajarkan menggunakan dan membersihkan alat makan pribadi, menjaga kebersihan area makan sebelum dan sesudah makan, serta memilah dan membuang sampah sesuai dengan jenis dan tempat sampah.

6. Kreativitas: Melatih Pengetahuan Dan Pemahaman Tentang Makanan Yang Sehat Dan Bergizi

Implementasi: Murid diajarkan untuk memiliki rasa ingin tahu dan berdiskusi mengenai kandungan gizi pada menu makanan yang disajikan dan proses pengolahan makanannya.

7. Tidak Boros: Melatih Kemampuan Untuk Bijak Dalam Memilih, Mengambil, Dan Mengonsumsi Makanan Sesuai Kebutuhan Dan Pola Makan Sehat

Implementasi: Murid diajarkan kebiasaan untuk menghabiskan porsi makanan yang diterima dan menyisihkan uang saku untuk ditabung.

“Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

“Program ini dirancang tidak hanya untuk mengatasi persoalan gizi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa,” pungkasnya.

Baca Juga: Program MBG Bagi Remaja di Jawa Barat, Berikut Rekapitulasi Datanya!

Related Post

Tinggalkan komentar