Perjalanan pulang Persib Bandung setelah pertandingan melawan Persis Solo diwarnai oleh sebuah insiden yang tidak menyenangkan. Kejadian tersebut berlangsung di Stasiun Solo Balapan, pada Minggu, 30 Desember 2024, dan melibatkan dua anggota tim Persib, yakni Benediktus (official tim) dan Kevin Ray Mendoza (penjaga gawang utama Persib).
Insiden bermula ketika Benediktus dan Kevin pergi ke sebuah minimarket yang berada di area stasiun untuk membeli beberapa kebutuhan pribadi sembari menunggu jadwal keberangkatan kereta. Tanpa disangka, situasi berubah menjadi mencekam saat sekelompok orang—sekitar 40 orang menurut kesaksian—tiba-tiba berkumpul di luar minimarket.
Tiba-tiba Dikerumuni Massa: Beni Dipukul, Kevin Diminta Bersembunyi
Menurut laporan yang dihimpun oleh media Persib, Simamaung.com, suasana awalnya cukup tenang ketika Beni dan Kevin masuk ke minimarket. Namun, saat hendak membayar belanjaan, mereka menyadari bahwa kerumunan besar mulai berkumpul di luar minimarket, tampaknya mengenali anggota tim Persib tersebut.
Situasi memanas ketika salah satu dari kerumunan melayangkan pukulan ke arah Beni. Karena melihat situasi yang berpotensi berbahaya, Beni dengan cepat meminta Kevin untuk bersembunyi di bagian belakang minimarket guna menghindari kemungkinan penyerangan lebih lanjut.
“Saat akan membayar, di luar ada sekitar 40 orang dan satu orang memukul Beni. Kevin diminta Beni untuk sembunyi,” terang laporan Simamaung pada Minggu (30/12).
Petugas Keamanan, Polisi, dan TNI Bertindak Cepat
Melihat potensi kericuhan yang lebih besar, petugas keamanan stasiun segera bertindak. Tak hanya itu, aparat dari kepolisian dan anggota TNI yang kebetulan berada di sekitar lokasi juga langsung turun tangan untuk mengamankan situasi.
Kerumunan kemudian berhasil diurai dan ketegangan tidak sampai meluas ke anggota tim lainnya. Kehadiran aparat keamanan menjadi faktor kunci dalam mencegah eskalasi kekerasan yang lebih besar, mengingat situasi sempat sangat menegangkan.
Belum diketahui secara pasti identitas pelaku pemukulan maupun motivasi massa yang mengepung minimarket, namun pihak kepolisian setempat dikabarkan telah mengantongi data awal dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak Persib Belum Mengeluarkan Pernyataan Resmi
Hingga saat artikel ini ditulis, manajemen Persib Bandung belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun beberapa sumber internal menyebutkan bahwa tim saat ini fokus pada keamanan dan kenyamanan pemain setelah insiden yang membuat trauma sebagian anggota rombongan.
“Yang utama sekarang adalah memastikan seluruh tim selamat dan tidak ada luka serius,” ujar salah satu staf tim secara informal.
Beberapa pendukung Persib melalui media sosial juga menyuarakan keprihatinan dan mendesak agar PT LIB dan PSSI mengevaluasi pengamanan tim tamu, khususnya saat bepergian di luar kota usai pertandingan.
Baca Juga : Wajib Tahu! Lokasi Rawan Kecelakaan Bandung Kota
Konteks: Rivalitas Suporter dan Keamanan Liga
Insiden ini kembali mengingatkan publik pada pentingnya pengamanan yang ketat terhadap tim sepak bola profesional, terutama dalam konteks rivalitas antar suporter yang masih menyisakan potensi konflik.
Persib Bandung dan Persis Solo tidak memiliki rivalitas historis yang panas seperti Persib-Persija, namun dalam beberapa waktu terakhir, suasana antar suporter di berbagai kota memang menjadi lebih sensitif. Karena itu, perjalanan tim tamu pasca laga, termasuk saat berada di fasilitas publik seperti stasiun atau bandara, perlu mendapatkan perhatian serius dari pihak penyelenggara liga dan aparat keamanan.
“Ini bukan sekadar insiden kecil. Ini soal keamanan pemain profesional di tempat publik,” komentar salah satu pengamat sepak bola nasional melalui akun X (Twitter).
Apresiasi untuk Aparat Keamanan
Meski insiden tersebut cukup mengejutkan, banyak pihak justru mengapresiasi kesigapan aparat keamanan, baik dari pengelola stasiun, kepolisian, maupun anggota TNI, yang berhasil mengendalikan situasi dalam waktu cepat.
Upaya cepat dari aparat keamanan membuat tim Persib dapat kembali melanjutkan perjalanan ke Bandung tanpa gangguan lanjutan. Beberapa anggota tim lainnya yang berada di lokasi pun dipastikan dalam kondisi aman.
Masyarakat sepak bola Indonesia kini menaruh harapan agar PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan otoritas keamanan bisa menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran penting. Diperlukan prosedur keamanan yang lebih sistematis untuk tim tamu, termasuk koordinasi antar panitia lokal, pihak keamanan daerah, dan manajemen klub.
Insiden di Stasiun Solo Balapan ini bukan hanya tentang satu kejadian, melainkan bagian dari isu yang lebih besar mengenai keamanan kompetisi Liga 1 secara keseluruhan.
Baca Juga : Hotman Paris Sebut Razman Nasution Keliru Lawan Dirinya, Status Advokat Dicabut dan Jadi Tersangka

