Ustadz Kondang KH. Jujun Junaedi Tertipu Rp160 Juta dari Pelaku yang Mengaku Petugas Disdukcapil, Berikut Kronologisnya!

Sekitarbandung.com – Pendiri sekaligus pengasuh utama Pondok Pesantren Al-Jauhari di Garut, KH. Jujun Junaedi, menjadi korban penipuan hingga mengalami kerugian sebesar Rp160 juta oleh pelaku

Dicky Wicaksono

Ustadz Kondang KH. Jujun Junaedi Tertipu Rp160 Juta dari Pelaku yang Mengaku Petugas Disdukcapil, Berikut Kronologisnya!
Ustadz Kondang KH. Jujun Junaedi Tertipu Rp160 Juta dari Pelaku yang Mengaku Petugas Disdukcapil, Berikut Kronologisnya!

Sekitarbandung.com – Pendiri sekaligus pengasuh utama Pondok Pesantren Al-Jauhari di Garut, KH. Jujun Junaedi, menjadi korban penipuan hingga mengalami kerugian sebesar Rp160 juta oleh pelaku yang mengaku sebagai petugas Disdukcapil.

Menurut keterangannya, ia awalnya menerima panggilan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Disdukcapil dan meminta dirinya untuk memverifikasi KTP, lalu diarahkan membuka Google Chrome dan dipandu langsung oleh pelaku.

Ustadz Jujun mengaku tidak merasa curiga karena pelaku mengetahui seluruh data pribadinya. Oleh sebab itu, ia menilai tidak ada kejanggalan sama sekali dalam proses tersebut.

Setelah itu, pelaku meminta dirinya untuk melakukan pembayaran materai sebesar Rp11 ribu. Namun, saat mengecek rekening bank, ia baru menyadari bahwa saldo miliknya telah dibobol oleh pelaku.

Baca Juga: Warganet Soroti Peluncuran Uang Kertas Baru dari Pemerintah Suriah, Tidak Ada Gambar Tokoh Pahlawan tetapi Menampilkan Hasil Tani

Lebih lanjut, KH. Jujun Junaedi, ustadz kondang sekaligus pemilik Ponpes Al-Jauhari di Garut yang dikenal kerap menyampaikan tausiyah diselingi candaan hingga membuat jamaah betah, turut berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati.

“Cukup saya saja yang jadi korban, waspada modus penipuan seprti ini,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada, karena petugas Disdukcapil yang resmi akan melakukan verifikasi wajah secara langsung dan mengharuskan warga datang ke lokasi, bukan melalui proses jarak jauh.

Baca Juga: Demi Dapat Uang Rp 50 Ribu, Bocah Laki-Laki di Garut Ini Tangkap Ular di Area Persawahan

Related Post

Tinggalkan komentar