Sekitarbandung.com – Sejumlah warga di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, mendobrak pintu sebuah kamar kos karena khawatir penghuninya tak kunjung keluar. Peristiwa tersebut belakangan ini menjadi sorotan di media sosial.
Dilansir dari unggahan akun TikTok @babymoons18 pada Selasa (20/1/2026), terlihat momen ketika pintu kamar kos berhasil dibuka. Warga kemudian mendapati seorang wanita yang tinggal sendirian tengah menderita penyakit asam lambung akut.
“Bapak kos dobrak pintu tetangga sebelah, karena keluarganya khawatir lagi sakit. Tapi dipanggil-panggil tidak menyaut dan buka pintu. Alhamdulillah masih bisa diselamatkan,” tulis pemilik akun dalam keterangan unggahannya.
Bersyukurnya, wanita tersebut masih bisa tertolong dan terselamatkan. Saat itu, ia langsung dibopong oleh suami pemilik akun dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Memang sudah seharusnya bagi penderita asam lambung untuk menjaga pola makan serta menenangkan pikiran. Setidaknya, obat seperti omeprazol perlu selalu disiapkan sebagai langkah antisipasi.
Baca Juga: Bapak Ini Selalu Pinjam HP Konter untuk Telepon Keluarga, Warga TikTok Kompak Bantu Belikan HP
Dalam unggahannya, tampak kamar kos tersebut memiliki ukuran yang cukup luas dan besar. Pemilik akun juga menjelaskan bahwa kos itu merupakan kos eksklusif dengan harga sewa Rp 1,5 juta per bulan.
Sementara itu, dalam kolom komentar, pemilik akun menjawab rasa penasaran warganet terkait alasan perempuan berhelm pink yang terlihat sedang merekam video. Ternyata, perempuan tersebut tengah melakukan panggilan video dengan ibunya yang berada di Ambon.
Insiden tersebut sontak menarik perhatian para netizen. Banyak dari mereka mengapresiasi kepedulian warga sekitar serta kesigapan suami pemilik akun yang langsung membantu korban.
Selain itu, sejumlah warganet turut mendoakan agar penghuni kos tersebut, serta para perantau di luar sana, senantiasa diberikan kesehatan, pertolongan, dan dimudahkan segala urusannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial di lingkungan tempat tinggal, terutama bagi mereka yang hidup sendiri di perantauan, agar selalu saling memperhatikan dan sigap membantu saat kondisi darurat terjadi.

