sekitarbandung.com – Sebanyak 1.800 pesilat dari berbagai daerah di Jawa Barat ikut serta dalam Bandung Open Pencak Silat Tournament 2025 yang digelar di GOR KONI Kota Bandung, Rabu (6/8/2025). Turnamen yang akan berlangsung selama empat hari tersebut merupakan edisi kedua setelah sukses pada penyelenggaraan sebelumnya di lokasi yang sama.
Ajang yang diinisiasi oleh Pengurus Cabang Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Bandung ini bertujuan menjadi wadah pembinaan sekaligus seleksi atlet silat berbakat dari berbagai perguruan di Jawa Barat.
Pembukaan turnamen dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, Sigit Iskandar; Ketua KONI Kota Bandung, Nuryadi; Ketua Pengcab IPSI Kota Bandung, Cece Muharam; serta jajaran pengurus KONI dan IPSI Kota Bandung.
Dalam sambutannya, Sigit Iskandar menyampaikan komitmennya untuk mendirikan Padepokan Bela Diri di Kota Bandung. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung telah mengidentifikasi aset di kawasan Ujungberung yang berpotensi menjadi pusat pelatihan untuk 17 cabang olahraga bela diri, termasuk pencak silat.
“Saat ini kami sedang mengupayakan konsultasi dengan pimpinan dan Badan Keuangan dan Aset Daerah agar aset ini dapat dimanfaatkan sebagai padepokan bela diri,” ujar Sigit.
Menurutnya, pencak silat pantas mendapat perhatian khusus karena konsistensi prestasinya, baik di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat maupun di tingkat internasional. “Pencak silat adalah warisan budaya Jawa Barat yang membawa harum nama Indonesia. Prestasi ini menjadi dasar kuat untuk mewujudkan padepokan bela diri di Bandung,” tegasnya.
Sigit juga memberikan apresiasi kepada pelatih asal Kota Bandung, Andra R. Malela, yang akan menjalani tugas melatih pencak silat di Argentina. “Kepercayaan internasional kepada pelatih asal Bandung ini membuktikan kualitas perguruan pencak silat di kota ini,” ujarnya.
Keberhasilan IPSI Kota Bandung dalam mencetak atlet berprestasi pada Porprov Jawa Barat tak lepas dari peran perguruan pencak silat yang konsisten membina atlet sejak dini. Ketua Umum Pengcab IPSI Kota Bandung, Cece Muharam, menegaskan bahwa IPSI berfungsi sebagai penyambung dan menjaga keharmonisan antar perguruan.
“Kami melanjutkan pembinaan yang sudah dilakukan perguruan, menjaga kondusivitas tanpa gesekan antar perguruan,” ujar Cece.
Cece, yang juga Sekretaris Umum KONI Kota Bandung, menegaskan bahwa tujuan IPSI bukan hanya meraih prestasi, tetapi juga memastikan masa depan atlet. “Bila atlet berprestasi dapat menjadi ASN atau TNI, itu kebanggaan tersendiri. Kami berharap adanya pusat pelatihan khusus yang menaungi seluruh cabang olahraga bela diri,” katanya.
Menyambut Porprov XV/2026, Cece memastikan Kota Bandung mulai melakukan persiapan intensif meski menyadari persaingan ketat dari daerah lain. “Mempertahankan gelar juara tentu lebih sulit daripada merebutnya,” ungkapnya.
Baca juga : Persib Bandung Matang Jelang Duel Perdana di GBLA
Terkait Bandung Open Pencak Silat Tournament 2025, Cece menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan inisiatif komunitas pelatih dan praktisi silat, dengan IPSI Kota Bandung memberikan legalitas dan pengawasan. “Ini bukan acara resmi IPSI, melainkan wadah pembinaan jangka panjang tanpa tujuan mencari keuntungan,” ujarnya.
Mengenai regulasi pertandingan, Cece menyampaikan bahwa turnamen ini juga sebagai sosialisasi peraturan nasional pertandingan pencak silat tahun 2025 yang lebih mengutamakan keselamatan atlet. “Kami memilih menggunakan aturan terbaru untuk menjaga kenyamanan dan keamanan peserta,” tutupnya.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

