Sekitarbandung.com – Satwa-satwa endemik Indonesia kini berada di ambang kepunahan akibat perburuan liar, kerusakan hutan, perdagangan ilegal, dan hilangnya habitat alami. Lantas, satwa-satwa endemik apa saja yang dimaksud tersebut?
1. Harimau Sumatra
Satu-satunya harimau yang masih hidup di Indonesia. Terancam karena perburuan dan hilangnya hutan.
Perkiraan populasi: sekitar 600 ekor di alam liar.
2. Orangutan Tapanuli
Spesies orangutan yang baru diidentifikasi dan hanya hidup di Sumatra Utara.
Perkiraan populasi: sekitar 800 ekor.
3. Badak Jawa
Salah satu mamalia paling langka di dunia dan hanya hidup di Ujung Kulon.
Perkiraan populasi: sekitar 80 ekor.
4. Jalak Bali
Burung cantik yang hampir punah akibat perdagangan ilegal.
Perkiraan populasi: sekitar 100-200 ekor di alam liar.
5. Pesut Mahakam
Mamalia sungai langka yang hidup di Sungai Mahakam, Kalimantan.
Perkiraan populasi: sekitar 80 ekor.
6. Anoa
Hewan endemik Sulawesi yang sering diburu liar.
Perkiraan populasi: kurang dari 2.500 ekor.
Baca Juga: 9 Cara Pilih Hewan Kurban yang Sehat agar Bisa Jadi Berkat
7. Elang Jawa
Terancam akibat perburuan dan hilangnya habitat hutan.
Perkiraan populasi: sekitar 300-500 ekor di alam liar.
8. Macan Tutul Jawa
Predator terakhir di Pulau Jawa setelah Harimau Jawa punah.
Perkiraan populasi: sekitar 250 ekor.
9. Kakatua Kecil Jambul Kuning
Terancam oleh perdagangan ilegal satwa liar.
Perkiraan populasi: kurang dari 2.500 ekor.
10. Maleo
Burung yang menetaskan telurnya menggunakan panas alami tanah.
Perkiraan populasi: sekitar 8.000-14.000 ekor.
11. Bekantan
Primata unik yang hidup di hutan bakau dan rawa.
Perkiraan populasi: sekitar 7.000 ekor.
12. Gajah Sumatera
Mamalia darat terbesar di Asia yang hidup di hutan hujan Sumatera. Terancam akibat hilangnya habitat dan konflik dengan manusia.
Perkiraan populasi: sekitar 2.400-2.800 ekor.
Keberadaan satwa-satwa endemik tersebut menjadi bagian penting dari kekayaan alam Indonesia yang harus dijaga bersama agar tidak benar-benar hilang dari habitat aslinya
Baca Juga: 184 Petugas di Kota Bandung Dikerahkan, Pastikan Hewan Kurban Sehat hingga Hari Tasyrik

