2 Permintaan Terakhir Soeharto Sebelum Menghembuskan Nafas Terakhir

Sekitarbandung.com – Menjelang hari-hari terakhirnya, kondisi kesehatan Soeharto mengalami komplikasi. Bahkan, ia harus bolak-balik masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Pada detik-detik terakhir, Presiden

Dicky Wicaksono

2 Permintaan Terakhir Soeharto Sebelum Menghembuskan Nafas Terakhir
2 Permintaan Terakhir Soeharto Sebelum Menghembuskan Nafas Terakhir

Sekitarbandung.com – Menjelang hari-hari terakhirnya, kondisi kesehatan Soeharto mengalami komplikasi. Bahkan, ia harus bolak-balik masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Pada detik-detik terakhir, Presiden ke-2 RI tersebut lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbaring di tempat tidur. Sebagai seorang ayah, sebelum wafat ia memanggil anak-anaknya untuk berkumpul.

Sosok yang dikenal selalu ramah senyum itu tiba-tiba menyampaikan dua permintaan khusus yang sukses membuat keluarganya sangat terkejut. Lantas, dua permintaan apa saja tersebut?

1. Meminta Pizza

Soeharto tiba-tiba meminta dibawakan sekotak pizza. Hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak biasa karena selama sakit ia benar-benar tidak mempunyai nafsu makan.

Ternyata, pizza itu bukan untuk dimakan sendiri. Ada niat yang sangat manis di balik permintaan tersebut, yaitu pizza itu dipesan untuk mengadakan perayaan ulang tahun kecil-kecilan bagi putrinya yang bernama Tutut.

Baca Juga: Jauh Sebelum Ramai Hari Ini, Soeharto Telah Lebih Dulu Eksekusi Makan Gratis di Sekolah

Pada momen tersebut, meski merayakannya dengan penuh kebahagiaan, napas Soeharto sudah terlihat semakin berat. Kendati demikian, senyum manis masih tampak di wajahnya.

2. Kasur Diputar ke Arahnya

Setelah momen hangat bersama keluarga, ada satu permintaan lagi yang diucapkan Soeharto, yaitu meminta agar kasur tempat ia berbaring diputar arahnya.

Bukan tanpa alasan ia mengungkapkan permintaan tersebut. Ternyata, ia meminta agar posisi kasurnya tepat menghadap arah kiblat.

Momen-momen terakhir tersebut menjadi kenangan yang membekas bagi keluarga Soeharto, terutama karena di tengah kondisi kesehatannya yang terus menurun, ia masih memikirkan orang-orang terdekatnya.

Selain itu, permintaan terakhir tersebut juga memperlihatkan sisi personal Soeharto sebagai seorang ayah dan kepala keluarga yang ingin menghabiskan waktu terakhirnya dengan penuh makna bersama keluarganya.

Baca Juga: Tragedi Semanggi 1998, Saat Soeharto Sudah Turun tetapi Mahasiswa Masih Ditembak Mati

Related Post

Tinggalkan komentar