Sekitarbandung.com – Dalam sejarah Piala Dunia, ada sejumlah momen ikonik yang membuat turnamen ini dikenal sebagai ajang sepak bola terbesar di dunia. Lantas, momen-momen apa saja yang dimaksud tersebut?
1950: Kekalahan yang Buat Brasil Berkabung (Maracanazo)
Pada Piala Dunia tahun 1950, Brasil hampir dipastikan menjadi juara dunia. Mereka hanya membutuhkan hasil imbang saat menghadapi Uruguay di laga terakhir yang dimainkan di Stadion Maracanã.
Hampir 200 ribu penonton memenuhi stadion. Surat kabar bahkan sudah mencetak berita kemenangan Brasil sebelum pertandingan dimulai.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Uruguay berhasil membalikkan keadaan dan menang dengan skor 2-1. Suasana stadion yang sebelumnya dipenuhi perayaan berubah menjadi sunyi.
Kekalahan ini begitu membekas hingga dikenal sebagai Maracanazo, salah satu tragedi terbesar dalam sejarah olahraga Brasil.
1966: Ketika Trofi Piala Dunia Hilang Dicuri
Empat bulan sebelum Piala Dunia dimulai di Inggris, trofi Jules Rimet dipamerkan kepada publik di London.
Suatu hari, trofi tersebut tiba-tiba hilang. Polisi Inggris mengerahkan penyelidikan besar-besaran, tetapi tidak berhasil menemukannya.
Hal yang mengejutkan adalah trofi itu akhirnya ditemukan bukan oleh polisi, melainkan oleh seekor anjing bernama Pickles yang sedang berjalan bersama pemiliknya di pinggir jalan.
Trofi tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus koran dan tergeletak di semak-semak. Pickles pun mendadak menjadi selebritas nasional.
1986: Gol Tangan Tuhan
Di perempat final antara Argentina dan Inggris, Diego Maradona mencetak salah satu gol paling kontroversial dalam sejarah sepak bola.
Ia memukul bola menggunakan tangannya, tetapi wasit tetap mengesahkannya sebagai gol.
Setelah pertandingan, Maradona menyebutnya sebagai “sedikit dengan kepala Maradona, sedikit dengan tangan Tuhan”.
Baca Juga: 6 Peraturan Piala Dunia FIFA 2026 yang Perlu Dipahami agar Kita Tidak Bingung
2002: Kontroversi Korea Selatan
Piala Dunia tahun 2002 melahirkan kejutan besar ketika Korea Selatan berhasil mencapai babak semifinal.
Namun, perjalanan mereka diwarnai sejumlah keputusan wasit yang masih diperdebatkan hingga hari ini, terutama saat menghadapi Italia dan Spanyol.
Banyak penggemar sepak bola menganggap peristiwa tersebut sebagai salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah turnamen.
2022: Ketika Messi Selesaikan Kisahnya
Selama bertahun-tahun, Lionel Messi dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Namun, selalu ada satu pertanyaan yang mengikuti kariernya, yaitu bisakah ia memenangkan Piala Dunia?
Ia gagal pada tahun 2006, gagal lagi pada tahun 2010, gagal lagi pada tahun 2014 setelah kalah di final, dan kembali gagal pada tahun 2018.
Barulah pada tahun 2022 di Qatar, Messi berhasil membawa Argentina menjadi juara dunia setelah menjalani final dramatis melawan Prancis.
Bagi banyak penggemar sepak bola, itu bukan sekadar kemenangan, melainkan akhir yang sempurna dari salah satu kisah terbesar dalam sejarah olahraga.
Momen-momen tersebut membuktikan bahwa Piala Dunia bukan hanya tentang pertandingan sepak bola, tetapi juga tentang drama, kejutan, kontroversi, dan kisah-kisah yang terus dikenang lintas generasi.
Baca Juga: 5 Insiden Kontroversial di Piala Dunia yang Masih Membekas dalam Memori

