Hampir 50 Persen Pelajar di Bandung Alami Masalah Kesehatan Mental, Psikolog Akan Terjun Langsung ke Lapangan

Sekitarbandung.com – Hampir 50 persen pelajar di Bandung mengalami masalah kesehatan mental. Kondisi ini mendorong keterlibatan psikolog untuk terjun langsung ke lapangan. Data tersebut diolah

Dicky Wicaksono

Hampir 50 Persen Pelajar di Bandung Alami Masalah Kesehatan Mental, Psikolog Akan Terjun Langsung ke Lapangan
Hampir 50 Persen Pelajar di Bandung Alami Masalah Kesehatan Mental, Psikolog Akan Terjun Langsung ke Lapangan (Foto Hanya Ilustrasi)

Sekitarbandung.com – Hampir 50 persen pelajar di Bandung mengalami masalah kesehatan mental. Kondisi ini mendorong keterlibatan psikolog untuk terjun langsung ke lapangan.

Data tersebut diolah berdasarkan hasil skrining Cek Kesehatan Jiwa (CKG). Dari total 148.239 siswa yang diperiksa, sebanyak 71.433 siswa atau 48,19 persen terindikasi mengalami masalah kesehatan jiwa.

Hasil ini menunjukkan kondisi “lampu kuning” bagi pelajar di Kota Bandung. Masalah kesehatan mental yang dialami pun beragam, mulai dari ansietas atau kecemasan hingga gejala depresi.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui kolaborasi Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Jawa Barat akan menerjunkan psikolog langsung ke lingkungan sekolah.

Anggota Majelis Psikolog Himpsi Jawa Barat sekaligus dosen psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba), M Ilmi Hatta, menjelaskan bahwa di sekolah memang sudah terdapat guru Bimbingan Konseling (BK), namun kewenangannya sangat terbatas.

Baca Juga: Yakin Kasih Gadget ke Anak di Bawah 5 Tahun? Berikut Kata Pakar Kesehatan Mata!

“Untuk kasus-kasus tertentu yang cukup berat, tidak bisa hanya ditangani guru BK. Harus ada psikolog yang turun langsung memberikan intervensi dan terapi kepada anak-anak yang bermasalah,” ujarnya pada Jumat (6/2/2026).

Oleh karena itu, menurut Ilmi, kehadiran psikolog di sekolah tidak hanya untuk menangani siswa secara langsung, tetapi juga untuk memperkuat kapasitas guru BK melalui pelatihan khusus.

“Jadi ketika menghadapi anak dengan masalah emosional atau perilaku, mereka sudah tahu harus berbuat apa, kapan perlu merujuk ke psikolog, dan bagaimana mendampingi siswa secara tepat,” lanjutnya.

Hal ini sejalan dengan komitmen Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam meningkatkan kesejahteraan siswa melalui layanan psikolog. Ke depan, akan ada kolaborasi antara Himpsi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan intervensi di sekolah.

“Sementara untuk kewilayahan, bisa berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan agar psikolog turun memberikan psikoedukasi kepada para orang tua tentang cara mendidik dan mendampingi anak yang baik dan benar,” tuturnya.

Baca Juga: Bandung Jaga Kesehatan Hewan, DKPP Gelar Vaksin Rabies Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

Related Post

Tinggalkan komentar