Sekitarbandung.com – Perjalanan mudik dan arus balik yang diwarnai kemacetan serta medan jalan yang bervariasi membuat mobil bekerja ekstra keras.
Banyak orang langsung menggunakan mobilnya pascamudik untuk rutinitas harian tanpa mengecek kondisinya, padahal hal ini berisiko memicu kerusakan.
Berikut ini adalah hal-hal yang wajib diperiksa pascamudik:
- Oli atau pelumas
Tingginya suhu mesin dapat mengubah kondisi oli, baik dari sisi kekentalan maupun volumenya yang berkurang. Oleh karena itu, oli perlu diganti agar kondisi mesin tetap baik dan mampu bekerja dengan halus.
- Kaki-kaki mobil
Shockbreaker, lower arm, serta keausan dan tekanan angin ban harus dicek. Perjalanan panjang dengan kondisi jalan yang tidak menentu membuat komponen ini bekerja ekstra dalam menopang kendaraan, sehingga kondisi ban juga perlu dipastikan kualitasnya.
- Pengereman
Kampas dan minyak rem harus dipastikan dalam kondisi normal. Kemacetan panjang sering membuat rem lebih cepat aus karena terus digunakan.
Baca Juga: Mudik Pulang Kampung, Tidak Sekadar Rindu, tetapi Ada Ulasan Sains di Balik Kemacetan Jalan
- Suhu mobil
Mobil yang terus digunakan dalam waktu lama bisa mengalami masalah jika dibiarkan menyala terus-menerus. Beberapa kerusakan seperti kebocoran pada anti-freeze atau pendingin mesin serta thermostat yang bermasalah dapat memicu suhu mesin meningkat.
- AC mobil
Kondisi AC juga harus dicek, mulai dari filter hingga kebersihannya. Biasanya, AC bekerja lebih keras saat mudik sehingga sirkulasi udara bisa menjadi kurang optimal.
- Tune Up
Bahan bakar minyak yang telah mengalami proses campuran dapat memengaruhi kondisi mesin dan performa kendaraan. Oleh karena itu, tune-up setelah mudik disarankan untuk mengembalikan performa mobil agar kembali optimal.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Kamis (26/3/2026) mengajak masyarakat untuk mencegah kerusakan mobil di kemudian hari.
“Merawat mobil pascamudik adalah investasi agar terhindar dari biaya perbaikan turun mesin atau kerusakan berat di kemudian hari. Yuk, cegah kerusakan di kemudian hari!” tulisnya dalam caption.
Baca Juga: Sejarah KAI: Operator Kereta yang Jadi Tulang Punggung Saat Mudik Lebaran Telah Tiba

