Pemkot Bandung Reliabilitas Transportasi Jadi Strategi Atasi Kemacetan Kota

sekitarbandung.com – Pemkot Bandung reliabilitas transportasi menjadi fokus utama dalam mengatasi masalah kemacetan kota selama lima tahun ke depan. Program ini mencakup langkah jangka pendek,

Aracely Azwa

Pemkot Bandung Reliabilitas Transportasi Jadi Strategi Atasi Kemacetan Kota

sekitarbandung.com – Pemkot Bandung reliabilitas transportasi menjadi fokus utama dalam mengatasi masalah kemacetan kota selama lima tahun ke depan. Program ini mencakup langkah jangka pendek, menengah, hingga panjang, dengan integrasi transportasi darat, rel, dan dukungan teknologi modern.

Rerouting Angkot Jadi Langkah Awal

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan bahwa dalam tahap jangka pendek, Pemkot akan memaksimalkan potensi angkutan kota (angkot) yang ada. “Kita akan menerapkan sistem rerouting atau perombakan rute, dengan enam rute baru di luar jalur lama,” jelasnya.
Agar operasional angkot tetap terjangkau, pemerintah akan memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini diharapkan dapat menjaga tarif tetap ramah di kantong, sekaligus meningkatkan jumlah penumpang.

Baca Juga: Penambahan Rombel Bandung: Solusi Akses Pendidikan yang Hadapi Tantangan

Angkot Pintar Ramah Lingkungan

Memasuki tahap jangka menengah, Pemkot Bandung berencana menghadirkan angkot pintar yang menggunakan teknologi ramah lingkungan. Armada berbahan bakar fosil akan digantikan dengan kendaraan listrik.
“Indikator suksesnya adalah berkurangnya emisi CO₂ dari angkot. Kita ingin Bandung bebas polusi berlebih,” kata Rasdian.

Monorail Jadi Andalan Masa Depan

Untuk jangka panjang, Pemkot bersama pemerintah pusat menargetkan pembangunan jalur monorail yang menghubungkan kawasan timur, barat, dan selatan kota. Bahkan, rutenya diproyeksikan menjangkau Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
“Monorail ini sudah masuk rencana tata ruang Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan. Targetnya sebelum 2027 sudah beroperasi,” ungkap Rasdian.

Integrasi Moda Transportasi

Seluruh sistem transportasi, mulai dari Bus Rapid Transit (BRT), angkot pintar, monorail, hingga moda transportasi lainnya, akan diintegrasikan dalam satu jaringan terpadu. Hal ini akan membuat mobilitas warga lebih cepat, efisien, dan aman.

Atasi Titik Kemacetan Kronis

Selain program utama, Pemkot Bandung reliabilitas transportasi juga mencakup penanganan titik kemacetan parah, terutama di perlintasan sebidang kereta api. Beberapa titik prioritas di antaranya Ciroyom, Braga, Jalan Sumatera, Jalan Merdeka, Jalan Sunda, Cikudapateuh, Laswi, dan wilayah timur Gedebage.
“Di jam sibuk, area ini macet karena penyempitan jalan dan tingginya frekuensi kereta,” jelas Rasdian.

Pembayaran Non-Tunai untuk Transportasi Publik

Dishub Bandung juga akan menerapkan sistem pembayaran non-tunai pada transportasi umum. Tujuannya untuk memudahkan penumpang, mengurangi antrean, dan mendukung efisiensi operasional.

Dampak Positif bagi Warga

Dengan penerapan program Pemkot Bandung reliabilitas transportasi, diharapkan waktu tempuh perjalanan berkurang signifikan, kualitas udara membaik, dan warga punya pilihan transportasi yang nyaman dan terjangkau.
Rasdian menambahkan, keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk dukungan warga untuk beralih ke transportasi umum.

Informasi lengkap dapat diakses di Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar