sekitarbandung.com – Masalah pengelolaan sampah Bandung menjadi sorotan utama DPRD Kota Bandung. Ketua Komisi III, Agus Hermawan, menilai Pemkot perlu menyiapkan langkah strategis baik jangka pendek maupun jangka panjang untuk memastikan persoalan sampah tidak kembali menumpuk di berbagai titik kota.
Menurutnya, pemilahan sampah organik dan anorganik harus menjadi solusi cepat yang bisa diterapkan di seluruh RW. Dengan pengelolaan yang baik, sampah tidak hanya berkurang di TPS, tetapi juga bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Pemilahan Sampah Jadi Langkah Awal Efektif
Agus menjelaskan bahwa sistem pemilahan adalah dasar dari pengelolaan sampah Bandung yang berkelanjutan. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos atau pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi bahan baru yang bernilai jual.
Ia menegaskan, Pemkot perlu memperkuat sinergi dengan masyarakat agar proses pemilahan berjalan optimal. Program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) harus diperluas dan disosialisasikan lebih masif di seluruh kelurahan.
“Selama warga disiplin memilah sampah, volume yang masuk ke TPA bisa ditekan hingga 40%,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Bandung Tegas Bongkar Reklame Ilegal, Penataan Kota Ditarget Rampung 2026
DPRD dan Pemkot Sepakat Perkuat Program Lingkungan
Komisi III DPRD Kota Bandung telah mengundang sejumlah OPD untuk membahas strategi pengelolaan sampah Bandung tahun 2026. Salah satu hasilnya adalah rencana rekrutmen 1.597 petugas pemilah sampah yang akan ditempatkan di setiap RW.
Para petugas ini akan bertugas memilah sampah langsung dari sumbernya, sehingga mengurangi penumpukan di TPS seperti yang pernah terjadi di Gedebage. DPRD juga memastikan dukungan anggaran melalui pembahasan KUA-PPAS 2026 agar program berjalan efektif.
“Masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan alat berat, tapi dengan sistem dan partisipasi masyarakat,” tegas Agus.
Menuju Kota Bandung yang Bersih dan Berkelanjutan
Masalah sampah, menurut DPRD, tidak akan selesai tanpa perubahan perilaku warga. Pengelolaan sampah Bandung memerlukan kesadaran kolektif untuk memilah, mengolah, dan mengurangi produksi sampah harian.
Agus menegaskan, Pemkot dan DPRD siap bekerja sama mendorong Bandung menuju kota bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
“Kalau kita disiplin sejak rumah tangga, maka tumpukan sampah tidak akan jadi pemandangan sehari-hari di kota kita,” katanya.
Untuk memahami arah kebijakan pengelolaan lingkungan nasional, pembaca dapat mengunjungi laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
Bagi warga Bandung yang ingin berpartisipasi dalam program Kang Pisman, informasi resmi tersedia melalui situs Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

