Sekitarbandung.com – Pandawara Group kembali menjadi sorotan setelah mengungkap temuan tujuh jenis sampah berbahaya yang mencemari lingkungan dalam aksi bersih-bersih yang mereka lakukan di sejumlah wilayah.
Sampah-sampah tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius bagi ekosistem dan kesehatan masyarakat apabila tidak ditangani dengan tepat. Ketujuh jenis sampah berbahaya tersebut di antaranya sebagai berikut:
- Jarum suntik bekas pasien yang tidak diketahui riwayat penyakitnya.
- Kantong CAPD, yakni kantong pengganti untuk cuci darah bekas pasien dengan riwayat penyakit gagal ginjal.
- Implan dan selang infus yang masih mengandung darah dan tidak diketahui berasal dari pasien dengan penyakit tertentu.
- Sampah-sampah yang diduga berkaitan dengan praktik penyantetan, yang dinilai berbahaya bagi sebagian masyarakat yang mempercayainya.
- Bangkai hewan berukuran besar yang berpotensi mengandung bakteri atau patogen berbahaya, seperti Escherichia coli, Salmonella, dan Leptospira.
- Sampah berskala besar seperti kasur, karpet, lemari, kursi, dan sejenisnya yang dapat menyumbat aliran sungai sehingga berpotensi memicu banjir.
- Sampah tajam seperti serpihan kaca, paku, dan benda berbahaya lainnya yang dapat mengancam keselamatan relawan atau masyarakat yang melakukan pembersihan sungai.
Baca Juga: Pandawara Group Imbau Masyarakat untuk Tidak Memberi Panggung dalam Kasus Perselingkuhan
Oleh karena itu, Pandawara Group melalui unggahan akun Instagram @pandawaragroup pada Selasa (30/12/2025), mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian sungai.
“Jangan pernah menjadikan sungai sebagai tempat penampungan sampah. Mari kita jaga sungai kita. Karena di sungailah kehidupan kita mengalir,” ujarnya dalam video.
Baca Juga: Pandawa Group Buka Suara Terkait Deforestasi dan Alih Fungsi Lahan Perhutanan di Indonesia

