Akun Sekretariat Kabinet RI Banjir Kritikan Usai Unggah Aksi Ibu-Ibu Gelar Spanduk Berisi Agar Seskab Teddy Buka Akun Instagram Pribadinya

Sekitarbandung.com – Akun Sekretariat Kabinet RI banjir kritikan usai mengunggah aksi ibu-ibu yang menggelar spanduk berisi permintaan agar Seskab Teddy membuka akun Instagram pribadinya. Aksi

Dicky Wicaksono

Akun Sekretariat Kabinet RI Banjir Kritikan Usai Unggah Aksi Ibu-Ibu Gelar Spanduk Berisi Agar Seskab Teddy Buka Akun Instagram Pribadinya
Akun Sekretariat Kabinet RI Banjir Kritikan Usai Unggah Aksi Ibu-Ibu Gelar Spanduk Berisi Agar Seskab Teddy Buka Akun Instagram Pribadinya (Threads Sekretariat Kabinet RI)

Sekitarbandung.com – Akun Sekretariat Kabinet RI banjir kritikan usai mengunggah aksi ibu-ibu yang menggelar spanduk berisi permintaan agar Seskab Teddy membuka akun Instagram pribadinya.

Aksi tersebut menarik perhatian publik karena disampaikan secara terbuka di ruang umum dan dibentangkan saat kunjungan Presiden terpilih Prabowo Subianto ke Kota Malang.

Ketika melintas menggunakan kendaraan dinas, Prabowo tampak melihat langsung spanduk tersebut dari dalam mobil, sementara para ibu-ibu berdiri di pinggir jalan menyuarakan permintaan mereka.

“Pak Prabowo, tolong sampaikan ke Letkol Teddy dibuka gembok IG-nya dong!” tulis spanduk tersebut yang disertai dengan foto Teddy sedang hormat.

Baca Juga: Eduard Douwes Dekker, Kisah Heroik Pejabat Belanda Rela Dianggap Pengkhianat Demi Membela Rakyat Banten

Dalam unggahannya, terlihat ibu-ibu tersebut melakukan aksinya di depan Makmur Jaya, Desa Gampingan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur pada Selasa (13/1/2026) saat siang hari.

Sementara itu, unggahan yang dimaksud hingga banjir kritikan tersebut berasal dari akun Threads Sekretariat Kabinet RI yang diunggah pada Rabu (14/1/2026).

“Yang terhormat Bapak Seskab. Izin, mohon perhatiannya, ada demo Pak. Nanyain kunci gembok. Terima kasih Bapak. #Minkab,” tulisnya dalam caption.

Beberapa kritikan yang muncul menyoroti bahwa netizen menyayangkan unggahan tersebut, karena dinilai kurang pantas ditampilkan oleh akun resmi pemerintah, mengingat masih banyak permasalahan publik lain yang dinilai lebih penting untuk disampaikan.

Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya, Indonesia Terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB

Related Post

Tinggalkan komentar