Sekitarbandung.com – Untuk pertama kalinya, Indonesia secara resmi terpilih menjadi Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro, akan mengemban amanah tersebut selama tahun 2026.
Penetapan Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026 dilakukan dalam Pertemuan Dewan HAM PBB pada Kamis (8/1/2026).
Terpilihnya Indonesia dilakukan melalui mekanisme voting di tingkat kawasan oleh negara-negara anggota Asia-Pacific Group (APG), sebelum kemudian dinominasikan sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026.
Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro menjadi satu-satunya kandidat yang diajukan oleh APG.
Dalam kapasitas barunya, ia akan memimpin tiga sesi Dewan HAM PBB yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari, Juni, dan September 2026.
Presiden Dewan HAM PBB juga bertugas mengawasi proses peninjauan rekam jejak hak asasi manusia negara-negara anggota melalui mekanisme Universal Periodic Review (UPR).
“Keputusan kami untuk melangkah ke depan berakar pada Konstitusi 1945 dan sejalan dengan tujuan serta prinsip Piagam PBB yang mengamanatkan Indonesia untuk berkontribusi bagi perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial,” ujar Sidharto di hadapan para delegasi, sebagaimana disadur dari Kementerian Luar Negeri.

