Cerita Pilu Nenek Salamah, Selamat dari Longsor Cisarua Tapi 17 Anggota Keluarganya Jadi Korban

Sekitarbandung.com – Kisah memilukan datang dari Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, setelah bencana longsor menerjang Desa Pasirlangu pada Sabtu dini hari 24 Januari 2026. Seorang nenek

Dicky Wicaksono

Cerita Pilu Nenek Salamah, Selamat dari Longsor Cisarua Tapi 17 Anggota Keluarganya Jadi Korban
Cerita Pilu Nenek Salamah, Selamat dari Longsor Cisarua Tapi 17 Anggota Keluarganya Jadi Korban

Sekitarbandung.com – Kisah memilukan datang dari Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, setelah bencana longsor menerjang Desa Pasirlangu pada Sabtu dini hari 24 Januari 2026.

Seorang nenek bernama Salamah (80) menjadi salah satu korban yang selamat, namun keluarga besarnya mengalami nasib tragis.

Longsor hebat terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan perbukitan tersebut. Material tanah dan batu meluncur deras menghantam permukiman warga hanya dalam hitungan detik.

Akibat peristiwa itu, banyak rumah mengalami kerusakan parah dan sejumlah warga tertimbun material longsor.

Salamah berhasil selamat dari bencana tersebut namun menyisakan duka mendalam karena 17 anggota keluarganya menjadi korban longsor.

Dari jumlah itu, empat orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dimakamkan, sementara 13 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR.

Baca Juga: Update Bencana Longsor di Bandung Barat Per 28 Januari 2026, 30 Warga Masih Dalam Pencarian dan 52 Warga Meninggal Dunia

Keluarga besar Salamah yang terdampak longsor merupakan bagian dari 15 kepala keluarga warga Desa Pasirlangu. Sebanyak enam rumah dilaporkan hancur total akibat terjangan material longsor.

Dari sejumlah korban yang dinyatakan hilang, banyak di antaranya merupakan anak, cucu, dan cicit dari Salamah sendiri.

Selama masa tanggap darurat ini, Salamah bersama anaknya dan cucunya kini tinggal di posko bencana sambil menunggu kabar terbaru mengenai anggota keluarganya yang masih hilang.

Warga desa setempat juga bergotong-royong membantu proses evakuasi dan pencarian korban di tengah kondisi medan yang sulit.

Peristiwa ini mengetuk banyak hati warga dan pihak terkait, mengingat besarnya dampak bencana longsor terhadap satu keluarga besar dan komunitas warga yang tinggal di kawasan perbukitan tersebut.

Kisah pilu Salamah ini pun menjadi pengingat nyata akan bahayanya bencana alam khususnya di wilayah rawan longsor serta pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana untuk mencegah dampak yang lebih besar di masa mendatang.

Baca Juga: Pakar ITB Ungkap Mekanisme Aliran Lumpur dalam Longsor di Bandung Barat, Tak Hanya Dampak Alih Fungsi Lahan Saja

Related Post

Tinggalkan komentar