Update Bencana Longsor di Bandung Barat Per 28 Januari 2026, 30 Warga Masih Dalam Pencarian dan 52 Warga Meninggal Dunia

Sekitarbandung.com – Peristiwa longsor terjadi di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu, 24 Januari 2026 sekitar pukul 02.00

Dicky Wicaksono

Update Bencana Longsor di Bandung Barat Per 28 Januari 2026, 30 Warga Masih Dalam Pencarian dan 52 Warga Meninggal Dunia
Update Bencana Longsor di Bandung Barat Per 28 Januari 2026, 30 Warga Masih Dalam Pencarian dan 52 Warga Meninggal Dunia (Instagram/@humas_jabar)

Sekitarbandung.com – Peristiwa longsor terjadi di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu, 24 Januari 2026 sekitar pukul 02.00 WIB.

Dilansir dari unggahan akun Instagram @humas_jabar, update data bencana longsor tersebut per 28 Januari 2026 yaitu sebagai berikut:

  • 52 kepala keluarga
  • 158 jiwa terdampak langsung
  • 186 kepala keluarga atau 564 jiwa mengungsi
  • 48 rumah rusak berat
  • 1 ibadah terdampak
  • 30 warga masih dalam pencarian
  • 52 warga meninggal dunia

Penyebab Longsor

Seperti kita ketahui bersama, bencana tersebut terjadi karena curah hujan dengan intensitas tinggi selama enam hari dalam satu minggu.

Bahkan total curah hujan tercatat mencapai 164,19 milimeter. Kondisi inilah yang menyebabkan tanah menjadi jenuh air, daya resap menurun drastis, dan struktur tanah melemah.

Selain faktor hujan, juga terdapat beberapa faktor lain berupa kondisi alam yang memperparah risiko longsor. Kemiringan kaki Gunung Burangrang mencapai 20-25 persen.

Baca Juga: Pakar ITB Ungkap Mekanisme Aliran Lumpur dalam Longsor di Bandung Barat, Tak Hanya Dampak Alih Fungsi Lahan Saja

Hasil Analisis Udara

Berdasarkan hasil analisis udara, jalur longsor terpetakan sekitar 15,27 hektare. Area yang terdampak yaitu kebun sayur dan permukiman warga sebanyak 63 bangunan.

Bangunan tersebut tercatat tersapu atau terdampak oleh material longsor yang berasal dari area puncak gunung yang masih berupa hutan rimba lalu mengalir ke bawah dengan pola mengikuti alur sungai.

Imbauan Pemprov Jawa Barat

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa curah hujan yang ekstrem dan kondisi lereng yang curam dapat meningkatkan risiko bencana tanah longsor.

Kewaspadaan, pemetaan wilayah rawan, serta kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalisir dampak ke depannya.

Tetap pantau informasi resmi kebencanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mari saling jaga dan bantu. Lembur diurus, kota ditata, Jabar istimewa.

Baca Juga: 23 Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua, Empat Ditemukan Meninggal Dunia

Related Post

Tinggalkan komentar