Sekitarbandung.com – Kamu pernah melihat pop up iklan di dunia maya? Promonya memang menggiurkan dan terlihat menarik, tapi hati-hati tidak semuanya aman.
Bisa saja dibaliknya ada sebuah bahaya serangan siber yang sedang menanti. Ancaman yang seperti inilah yang disebut dengan Malvertising.
Menyusup melalui iklan online, bahkan di situs yang terlihat tepercaya, dan berisiko menyebarkan malware ke perangkat kita.
Malvertising (malicious advertising) sendiri merupakan serangan siber yang menyebarkan malware melalui iklan online. Iklan ini dapat muncul di situs tepercaya karena berasal dari jaringan iklan pihak ketiga.
Alasan berbahayanya yaitu dapat menyerang tanpa perlu diklik, sulit dibedakan dari iklan yang sah, dan dapat mengeksploitasi peramban atau sistem.
Cara kerjanya yaitu kode berbahaya disisipkan ke iklan, lalu disebarkan melalui jaringan iklan. Saat iklan dimuat atau diklik, perangkat berisiko terinfeksi malware.
Baca Juga: Kamu Masih Nonton Film Gratis? Berikut Risiko Nonton di Situs Ilegal!
Beberapa contoh Malvertising yaitu sebagai berikut:
- Iklan “Download Software Gratis” palsu.
- Banner “Update Browser Sekarang” yang tidak resmi.
- Pop-up iklan yang otomatis membuka website men-curigakan.
- Iklan aplikasi atau game dengan script tersembunyi.
Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informasi Diskominfo Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @diskominfojabar pada Senin (2/2/2026), memberikan beberapa langkah pencegahan yang di antaranya sebagai berikut:
- Gunakan sistem operasi dan peramban terbaru.
- Jangan klik iklan yang mencurigakan atau mendesak.
- Aktifkan perlindungan keamanan perangkat.
- Tingkatkan kesadaran terhadap keamanan informasi.
“Yuk lebih waspada saat berselancar di dunia maya dengan terus simak #Sebarkami agar ruang digital tetap aman dan nyaman untuk semua,” tulisnya dalam caption.
Baca Juga: Keseringan Pakai AI Bisa Menyebabkan “Cognitive Debt”? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

