Sekitarbandung.com – Cognitive debt merupakan suatu kondisi yang muncul sebagai dampak jangka panjang dari beban mental yang terus menumpuk.
Hal ini terjadi ketika kita terbiasa mengabaikan proses berpikir yang mendalam dan usaha mental yang seharusnya dilakukan saat menyelesaikan suatu tugas, sehingga akibatnya kemampuan berpikir kita di masa depan bisa ikut terpengaruh.
Lalu, Apa Hubungannya dengan AI?
Saat ini, kita semakin bergantung pada AI untuk memperoleh informasi atau menyelesaikan pekerjaan secara instan.
Tanpa disadari, kita sering melewati proses berpikir dan usaha mental yang seharusnya dilalui.
Proses instan yang terus-menerus menghindari tahapan berpikir inilah yang perlahan menumpuk dan membentuk cognitive debt.
Baca Juga: Atur Akses Anak ke Media Sosial, Berikut Lima Poin Penting PP Tunas!
Apa Dampaknya?
Cognitive debt dapat memengaruhi fungsi kognitif otak, seperti menurunnya kemampuan mengingat, berpikir kritis, serta membangun pemahaman dan pengetahuan yang berkelanjutan.
Jika dibiarkan, maka akumulasinya dapat memperlambat kinerja otak dan membuat ketajaman berpikir semakin berkurang.
Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bandung melalui unggahan akun Instagram @diskominfobdg pada Senin (2/2/2026), mengajak masyarakat untuk menggunakan AI secara bijak.
“Gunakan AI untuk mendukung ide, memperkaya sudut pandang, dan mempercepat kerja, bukan untuk mematikan kebiasaan berpikir!” tulisnya dalam caption.
Baca Juga: Dianggap Cuma Model Biasa, Padahal Hedy Lamarr Penemu Teknologi yang Mengubah Dunia Selamanya

