Dulu Tukang Ngarit di Kediri, Kini Hasil Temuan Khoirul Anwar Dipakai Standar 4G Dunia karena Terinspirasi dari Dragon Ball

Sekitarbandung.com – Kamu pernah terpikirkan mengapa sekarang streaming video bisa 4K tanpa buffering? Salah satu kuncinya ada pada teknologi yang dipatenkan pria ini. Dia bukan

Dicky Wicaksono

Dulu Tukang Ngarit di Kediri, Kini Hasil Temuan Khoirul Anwar Dipakai Standar 4G Dunia karena Terinspirasi dari Dragon Ball
Dulu Tukang Ngarit di Kediri, Kini Hasil Temuan Khoirul Anwar Dipakai Standar 4G Dunia karena Terinspirasi dari Dragon Ball

Sekitarbandung.com – Kamu pernah terpikirkan mengapa sekarang streaming video bisa 4K tanpa buffering? Salah satu kuncinya ada pada teknologi yang dipatenkan pria ini.

Dia bukan lulusan MIT atau Harvard. Dia adalah anak desa asal Kediri yang masa kecilnya hanya dihabiskan di sawah. Sebut saja namanya Prof. Dr. Khoirul Anwar.

Masa kecil Khoirul jauh dari kata kemewahan. Ayahnya wafat saat ia masih kecil, membuat ibunya banting tulang sendirian sebagai petani.

Setiap pulang sekolah, Khoirul tidak main game. Ia harus ke tegalan membawa sabit untuk ngarit (mencari rumput) demi pakan ternak. Baginya, bau lumpur adalah penyemangat belajar.

Karena hidup susah, impiannya sempat diragukan. Namun, kecerdasannya tak terbendung. Ia berhasil menembus ITB dengan predikat Cum Laude.

Tak lama setelah itu ia terbang ke Jepang melalui beasiswa untuk melanjutkan studi di Nara Institute of Science and Technology (NAIST).

Di Jepang, Khoirul bergulat dengan masalah besar telekomunikasi. Bagaimana cara mengirim data berkecepatan tinggi, tapi hemat energi dan tahan gangguan?

Saat itu, para ilmuwan dunia merasa harus ada “jarak” (Guard Interval) antar sinyal agar tidak tabrakan, tetapi itu justru memboroskan energi.

Baca Juga: Suaminya Dibunuh oleh Penjajah, Malahayati Langsung Bentuk Pasukan Janda untuk Bantai Armada Belanda

Jawaban dari masalah rumit itu, justru datang dari tontonan masa kecilnya, yaitu anime Dragon Ball. Kamu ingat jurus Genki Dama milik Goku?

Goku mengumpulkan energi kecil-kecil dari seluruh alam untuk menjadi satu bola energi raksasa. Khoirul berpikir, “mengapa sinyal tidak dikumpulkan dengan cara yang sama?”

Terinspirasi Goku, ia menciptakan metode berbasis dua Fast Fourier Transform (FFT). Sederhananya, ia memungkinkan ribuan sinyal dikirim sekaligus secara efisien tanpa perlu jarak tambahan yang boros energi.

Awalnya, ide ini dianggap mustahil oleh ilmuwan lain, tapi Khoirul membuktikan teorinya bekerja secara paten.

Dunia terkejut. Inovasi “Tukang Ngarit” ini kemudian diadopsi menjadi bagian dari standar internasional ITU untuk teknologi komunikasi nirkabel, termasuk komponen kunci dalam 4G LTE.

Patennya diakui secara global dan kini teknologinya bekerja di dalam smartphone yang sedang kamu genggam.

Prof. Khoirul Anwar membuktikan bahwa asal-usul kita tidak dapat mendikte masa depan.

Kita bisa lahir di tengah sawah, tumbuh besar sebagai tukang ngarit, tapi otak kita mungkin bisa menggerakkan peradaban dunia.

Kalau Goku membutuhkan energi alam semesta, kita hanya membutuhkan tekad baja untuk membuat Indonesia bangga.

Baca Juga: Dianggap Cuma Model Biasa, Padahal Hedy Lamarr Penemu Teknologi yang Mengubah Dunia Selamanya

Related Post

Tinggalkan komentar