Sekitarbandung.com – Serangan siber menghantui kita di mana pun berada. Dari riset platform intelijen, pada semester satu tahun 2025 (Januari – Juni) terdeteksi 133,4 juta serangan siber.
Berbagai modus dilakukan para hacker untuk menembus data pribadi, salah satunya modus sniffing berkedok file .apk. Sekali klik, m-banking bisa terkuras, data kontak tersalin, dan privasi lenyap.
Cara Antisipasi Serangan Siber
- Terapkan autentikasi dua faktor dan perkuat kata sandi atau password dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter khusus.
- Rajin memperbarui sistem operasi atau aplikasi resmi ke versi terbaru.
- Hati-hati saat mengisi formulir online yang meminta data pribadi.
- Jangan asal mengklik atau mengunduh tautan dari website atau pesan aplikasi perpesanan.
- Hindari terhubung dengan WiFi publik, terutama saat mengakses aplikasi perbankan.
- Jangan membagikan informasi atau data pribadi di media sosial.
Baca Juga: Waspada Modus Penipuan Online yang Meningkat Saat Bulan Ramadan
Sebagai warga Jawa Barat, jika kamu mengalami serangan siber, maka bisa segera melapor ke layanan yang disediakan oleh Pemprov Jabar, JabarProv – CSIRT.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Selasa (24/2/2026) mengajak masyarakat untuk melindungi data pribadi.
“Yuk ah, lindungi data pribadi wargi. Btw, kalau wargi mengalami serangan siber, bisa segera lapor ke layanan JabarProv – CSIRT, ya!” Tulisnya dalam caption.
Baca Juga: Harus Mulai Sadar! Kasih Kredit Itu Penting Saat Repost Konten Orang Lain

