Sekitarbandung.com – Pada Agustus 1945, saat awal kemerdekaan Indonesia banyak raja-raja lain ragu dengan nasib Republik Indonesia, tetapi Sultan Syarif Kasim II justru mengambil langkah gila.
Sultan Syarif Kasim II merupakan raja Kerajaan Siak Sri Indrapura, sebuah kerajaan Islam di Riau yang sangat makmur karena kaya akan minyak dan hasil bumi.
Begitu mendengar berita proklamasi, sang Sultan langsung terbang menemui Soekarno. Ia tidak menuntut otonomi khusus. Dengan gagah berani ia menyatakan:
“Kerajaan Siak kini resmi bergabung dan menjadi bagian dari Republik Indonesia.”
Seketika itu juga, ia menyerahkan mahkota kerajaannya, pedang kebesaran, dan seluruh stempel kerajaan kepada Soekarno.
Tidak hanya takhta, ia juga menyerahkan harta kekayaan pribadinya sebesar 13 juta gulden (kalau dirupiahkan sekarang nilainya mencapai triliunan).
Uang inilah yang digunakan oleh Soekarno-Mohammad Hatta untuk memutar roda pemerintahan pada awal Indonesia yang saat itu sedang bangkrut.
Pada tahun 1946, Belanda (Netherlands Indies Civil Administration / NICA) datang lagi dan mencoba mengiming-imingi Sultan. Belanda berjanji akan menjadikannya “Sultan Seluruh Sumatera” asal mau berkhianat dari Indonesia.
Jawabannya? Sultan menolak mentah-mentah! Ia malah menyingkir ke hutan, ikut bergerilya membantu perjuangan rakyat, dan menyuplai makanan untuk laskar republik.
Pascakemerdekaan, sang Sultan yang dulunya dilayani ribuan pelayan dan tinggal di istana megah, lebih memilih untuk hidup secara sederhana di Jakarta.
Ia tidak meminta jabatan strategis di pemerintahan. Di masa tuanya, ia bahkan sempat tinggal di rumah kontrakan dan hidup dengan uang pensiun yang sangat biasa.
Sultan Syarif Kasim II wafat pada tahun 1968 di Riau. Ia memang tidak meninggalkan keturunan, namun mewariskan sebuah negara yang berdaulat untuk kita semua.
Gelar Pahlawan Nasional baru disematkan kepadanya pada tahun 1998. Dengan kata lain, ia mendapatkan gelar tersebut 30 tahun setelah ia menghembuskan napas terakhirnya.
Di zaman sekarang, banyak pejabat yang korupsi triliunan uang negara demi memperkaya diri sendiri. Sultan Syarif Kasim II justru melakukan kebalikannya.
Ia menyerahkan triliunan harta pribadinya demi negara. Lantas, sekarang pertanyaannya satu, pernahkah kalian mendengar namanya di buku sejarah?
Baca Juga: Orasi Bung Tomo Bikin Penjajah Gemetar, tetapi Malah Berakhir Dipenjara oleh Pemerintahannya Sendiri

