Sekitarbandung.com – Sejarah tidak selamanya berjalan secara mulus, karena ketika peradaban berada di puncak, terkadang bisa jatuh akibat berbagai kejadian yang tidak terduga.
Hal tersebut sering kali berada di luar nalar manusia dan meninggalkan dampak besar bagi kehidupan di berbagai belahan dunia, sehingga memunculkan pertanyaan tentang tahun-tahun paling mengerikan dalam sejarah.
Lantas, apa saja enam periode paling seram untuk hidup di sepanjang sejarah? Simak penjelasannya berikut ini!
Tahun 536-546 Masehi
Pada periode ini terjadi fenomena Little Ice Age, di mana sepanjang tahun hampir tidak ada musim panas, sehingga menyebabkan gagal panen di berbagai wilayah, kelaparan massal, cuaca dingin ekstrem, dan krisis di sejumlah kerajaan.
Tahun 1206-1368 Masehi
Pada masa kejayaan Mongolia yang dipimpin oleh Genghis Khan, diperkirakan korban jiwa mencapai 30-60 juta orang, dengan banyak kota yang ditaklukkan kehilangan budaya mereka sepenuhnya serta penyebaran teror di wilayah yang diserang.
Tahun 1347-1353 Masehi
Periode ini dikenal sebagai masa wabah Black Death, dengan perkiraan korban mencapai 75-200 juta jiwa, tingkat kematian yang sangat tinggi, serta penyebaran cepat di tengah keterbatasan ilmu pengetahuan tentang bakteri, di mana wabah ini disebabkan oleh bakteri pes yang dibawa kutu tikus melalui jalur perdagangan Silk Road.
Baca Juga: Transformasi Drastis Jepang yang Dulunya Raja Ngaret Jadi Negara yang Dianggap Kiblat Disiplin
Tahun 1600-1700 Masehi
Pada masa puncak Little Ice Age, perubahan iklim menyebabkan kematian hingga 40-50 juta jiwa akibat kelaparan, ditambah dengan berbagai letusan gunung berapi, perubahan arus laut, dan kondisi iklim yang semakin ekstrem.
Tahun 1700-1850 Masehi
Periode perdagangan budak Atlantik menjadi salah satu masa kelam, dengan sekitar 12 juta orang Afrika dipaksa naik kapal dalam kondisi mengerikan, di mana 1-2 juta orang meninggal selama perjalanan dan sekitar 4 juta lainnya meninggal saat proses penangkapan.
Tahun 1914-1945 Masehi
Dalam rentang 31 tahun ini terjadi berbagai peristiwa brutal, mulai dari Perang Dunia I dan II dengan total sekitar 105 juta korban jiwa, Flu Spanyol sekitar 50 juta korban, Holocaust sekitar 6 juta korban, serta tragedi Nanjing yang menewaskan sekitar 300 ribu orang dan menyebabkan penderitaan besar bagi warga sipil.
Deretan peristiwa tersebut menunjukkan bahwa sejarah dunia tidak hanya diisi oleh kemajuan, tetapi juga dipenuhi dengan tragedi besar yang meninggalkan luka mendalam bagi umat manusia.
Dengan memahami masa-masa kelam tersebut, diharapkan manusia dapat belajar dari sejarah agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Baca Juga: 7 Peristiwa Sejarah di Dunia yang Dihapus dari Buku

