Sekitarbandung.com – Di era digital, gawai kerap menjadi “pengasuh kedua”. Anak yang sedang makan sambil menonton, hingga anak yang menangis langsung diberikan tontonan video YouTube.
Padahal, terlalu sering menatap layar dapat menghambat perkembangan kosakata anak. Bahkan, ahli bahasa dari Inggris, Susie Dent, menyebutkan bahwa:
“Anak yang terlalu sering menggunakan gawai berisiko lebih lambat bicara karena kurang interaksi langsung dengan orang di sekitarnya.”
Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah anak belajar berbicara bukan dari layar gawai, melainkan dari percakapan langsung dengan orang tua.
Baca Juga: Tech Tantrum, Berikut Alasan Mengapa Anak Mengamuk Saat HP-nya Dimatikan
Semakin sering diajak berbicara, dibacakan buku, atau bermain bersama, maka kemampuan bahasa anak juga akan berkembang lebih cepat.
Inilah mengapa peran orang tua sangat penting dalam mengatur penggunaan gawai pada anak agar tidak berlebihan dan tetap seimbang dengan interaksi langsung.
Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Jumat (10/4/2026), mengajak masyarakat khususnya para orang tua untuk mulai mengurangi screen time anak secara bertahap.
“Mulai kurangi screen time anak secara bertahap. Saat makan, coba tanpa gadget dan ajak anak ngobrol santai. Menurut Wargi Jabar, apa cara paling efektif mengurangi HP pada anak?” Tulisnya dalam unggahan.
Baca Juga: Anak Kecil Dilarang Punya Akun Media Sosial, Apa Saja Dasar Hukumnya?

