Sekitarbandung.com – Saat menonton video atau bermain gim, otak anak akan mendapatkan lonjakan dopamin yang dapat memicu rasa senang.
Ketika layar dimatikan, akan terjadi dopamine crash (dopamin turun secara drastis). Akibatnya, anak akan menangis, berteriak, atau bahkan marah.
Jika gadget sering dipakai untuk menenangkan anak, maka tantrum bisa makin sering terjadi. Sebab, prefrontal cortex anak (bagian otak pengendali emosi) belum berkembang secara sempurna.
Sebaiknya, beri pengertian dengan beberapa kalimat yang menenangkan hingga gadget diberikan secara sukarela dan ikhlas.
Baca Juga: Anak Kecil Dilarang Punya Akun Media Sosial, Apa Saja Dasar Hukumnya?
Cara ini membantu anak lebih siap dalam menghadapi dopamine crash, karena otak tidak kehilangan kesenangan secara tiba-tiba.
Agar anak lebih sehat secara digital, tetapkan batas waktu layar, dampingi saat memakai gadget, serta ajak anak bermain, membaca, atau berolahraga.
Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Rabu (8/4/2026), mengajak masyarakat, khususnya orang tua, untuk membatasi waktu bermain gadget pada anak.
“Ternyata tech tantrum ini alasan mengapa anak mengamuk saat HP-nya dimatikan. Yuk, batasi waktu bermain gadget pada anak agar lebih sehat secara digital!” tulisnya dalam caption.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, Berikut Ancamannya terhadap Anak!

