RSHS Bandung Sampaikan Permohonan Maaf atas Kasus Ibu Nina yang Hampir Kehilangan Anaknya

Sekitarbandung.com – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kasus yang menimpa Ibu Nina Saleha yang hampir kehilangan anaknya. Melalui unggahan

Dicky Wicaksono

RSHS Bandung Sampaikan Permohonan Maaf atas Kasus Ibu Nina yang Hampir Kehilangan Anaknya (Instagram/@rshs_bandung)
RSHS Bandung Sampaikan Permohonan Maaf atas Kasus Ibu Nina yang Hampir Kehilangan Anaknya (Instagram/@rshs_bandung)

Sekitarbandung.com – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kasus yang menimpa Ibu Nina Saleha yang hampir kehilangan anaknya.

Melalui unggahan akun Instagram @rshs_bandung pada Kamis (9/4/2026), RSHS Bandung menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Pada prinsipnya, RSUP Dr. Hasan Sadikin akan selalu melakukan evaluasi dan peningkatan kemampuan dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tulisnya dalam unggahan.

Dalam unggahannya, RSHS Bandung juga menyampaikan telah melakukan kunjungan dan berkomunikasi dengan Ibu Nina Saleha terkait keluhan yang dimaksud, dan permasalahan tersebut disebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“RSHS Bandung berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSHS,” imbuhnya.

Kendati demikian, respons netizen justru berbanding terbalik dengan hal tersebut. Banyak dari mereka mempertanyakan sanksi yang diberikan kepada perawat yang bersangkutan.

Baca Juga: Ibu ini Curhat Anaknya Sudah Digendong dan Nyaris Dibawa Orang Lain di RSHS Bandung

Sebagai informasi tambahan, anak Ibu Nina tersebut sempat digendong dan nyaris dibawa orang lain di RSHS Bandung pada 8 April 2026 saat ia datang untuk menjemput bayinya yang dirawat karena sakit kuning.

Saat kembali ke ruang NICU setelah sempat menunggu dan keluar sebentar, Nina mendapati bayinya berada dalam gendongan orang tua pasien lain.

Dalam penuturannya, ia mengenali bayinya dari baju dan selimut yang dipakai. Perawat mengaku telah memanggilnya beberapa kali, namun tidak ada respons darinya.

Satu hal yang membuatnya semakin emosi adalah tindakan perawat yang membiarkan bayi tersebut digendong dan nyaris dibawa oleh orang lain begitu saja.

Ia sebenarnya telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak rumah sakit, tetapi merasa kasusnya malah ditutup-tutupi. Sementara itu, upaya untuk melapor ke pihak kepolisian disebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, ia mencurahkan isi hatinya melalui media sosial dengan harapan mendapatkan perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar segera ditindak tegas.

Baca Juga: Pasien Positif Super Flu di RSHS Bandung Meninggal Dunia, Pihak RS Minta Warga Tetap Tenang

Related Post

Tinggalkan komentar